Berita Lainnya Sempatkan Pulang, Andi Arief Ceritakan Kegigihan Sosok Almarhumah sang Ibu

Sempatkan Pulang, Andi Arief Ceritakan Kegigihan Sosok Almarhumah sang Ibu

637
Sejumlah keluarga nampak larut dalam kesedihan di hadapan jenazah almarhumah ibunda Andi Arief, Mas Amah, di kediamannya di jalan Flamboyan 3, Enggal, Bandarlampung, Rabu (14/8) malam. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ibunda Andi Arief, Mas Amah, rencananya akan disemayamkan di makam keluarga, hari ini (15/8). Kawasan makam dimaksud berada di belakang rumah sang anak, Edi Irawan Arief.

Demikian diutarakan K.H. M. Arief Mahya, selaku suami almarhumah, di rumah duka di Jl. Flamboyan, Enggal, Bandarlampung, Rabu (14/8) malam.

Almarhumah yang lahir 24 April 1933, di Tanggamus diketahui pernah menjabat dan sangat aktif menjadi salah satu pengurus Muslimah NU Wilayah lampung. Almarhumah merupakan sosok perempuan tangguh dan aktif di keorganisasian dan berhasil mendidik anaknya menjadi orang hebat.

Di sela duka, Andi Arief anak bungsu dari almarhumah menuturkan, almarhumah meninggal pukul 18.06 (14/8), di rumah sakit Bunda Asyifa, di usia 86 tahun. Almarhumah masuk rumah sakit sejak Selasa (13/8).

Pria yang juga menjabat sebagai Wasekjen Partai Demokrat ini menerangkan, sang ibunda merupakan sosok sederhana yang menghidupi. Dengan kesederhanaan, almarhumah mampu mendidik 8 anaknya menjadi orang hebat.

“Ia (almarhumah) sosok yang tidak mau terlihat lemah di hadapan anak-anaknya. Jarang marah, dan selalu berpihak pada yang lemah,” tuturnya.

Ia mengatakan, almarhumah sudah 7 tahun menderita Demensia (pikun/penurunan kemampuan fungsi otak), yang akhirnya juga berpengaruh pada kondisi tubuhnya. “Dokter juga sudah memberi tanda kesana pada kondisi ibu saya, tapi kami sebagai anak melakukan dan mengupayakan hal terbaik”, ujarnya.

Ditanya perhatian almarhumah kepadanya sebagai anak bungsu yang biasanya paling disayang, ia sembari berkaca kaca tak menampiknya.

“Semua anaknya disayang, tapi memang karena saya anak bungsu perhatian banyak ke saya. Tapi saya gak bisa menggambarkan bentuk kasih sayangnya yang besar. Saya juga teringat senyumnya yang penuh makna, dan naluri seorang ibu yang habis – habisan membela anaknya saat terkena masalah,” tutupnya. (cw1/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini