Berita Utama Shanghai Jadi Kota Modern Dalam 27 Tahun

Shanghai Jadi Kota Modern Dalam 27 Tahun

42
Hanya dalam kurun waktu 27 tahun, Shanghai yang sebelumnya sebuah Desa Nelayan berhasil menobatkan diri sebagai Kota Modern dan terpenting di dunia. Foto ist for radarlampung.co.id

SHANGHAI adalah kota terbesar Republik Rakyat Tiongkok dan terletak di tepi delta Changjiang. Perkembangan kota ini dalam beberapa dekade terakhir telah membuatnya menjadi pusat ekonomi, perdagangan, finansial dan komunikasi terpenting di Dunia. Berikut laporan GM Radar Lampung, H. Purna Wirawan :
———————

Menggunakan pesawat airbus China Eastern, Kamis 15 Agustus 2019 pukul 07.00 waktu Tiongkok, rombongan pemimpin redaksi dan pimpinan media cetak, elektronik Lampung meninggalkan Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi. Tujuan kami kali ini Kota Shanghai.

Pukul 09.00 rombongan mendarat di bandara Shanghai Hongqiao Internasional Airport. Keluar bandara langsung dibawa kendaraan minibus yang menjemput menuju sebuah pulau Yangshan Sheshui. Tujuan kami ke sebuah gunung batu yang disulap menjadi salah satu tujuan wisata Nasional Tiongkok.

Dari bandara butuh waktu 1,5 jam untuk bisa sampai disalah satu spot wisata tersebut. Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan Kota Shanghai yang kini berkembang begitu pesat.

Tidak hanya melihat puluhan bangunan menjulang, jalan tol, rel kereta peluru yang mengarah ke beberapa provinsi di Tiongkok, kami juga berkesempatan melintas di salah satu jembatan terpanjang di dunia. Masyarakat setempat menyebutnya jembatan laut Donghai.

Jembatan sepanjang 32,5 Km yang mulai dibuka pada 1 Mei 2008 ini menghubungkan Shanghai di daratan dan pelabuhan laut di pulau Yangshan. Menariknya lagi terdapat bagian jembatan kabel yang bisa dilalui kapal besar dengan lebar 420 meter.

Baca :   HUT PSMTI Lampung ke-20, Anggota Gelar Tabur Bunga di TMP

Beberapa jam kemudian, rombongan kembali dan langsung menuju sebuah gedung yang menampilkan miniatur Kota Shanghai. Bagaimana sejarah perkembangan kota ini sejak tahun 1900 hingga sekarang ini ada di dalam bangunan tersebut.

Setelah itu rombongan diarahkan ke aliran Sungai Huangpu yang membentang ditengah Kota Shanghai. Kami pun berkesepatan melihat keindahan kota ini dari atas kapal yang terus berputar di aliran sungai tersebut. Cukup dengan membayar 120 yuan setara Rp240.200 dengan kurs 2.060 kami pun ikut berkeliling sembari bersantai melihat-lihat indahnya pemandangan.

“Jadi kapal-kapal ini sengaja disediakan untuk para wisatawan yang ingin melihat keindahan Kota Shanghai. Dan yang paling bagus di malam hari, karena semua gedung pencakar langit dan bangunan-bangunan kuno di kasih lampu warna-warni,”ujar Steven Cheng pemilik kursus bahasa Mandarin Han Yuan Lampung yang terus mendampingi perjalanan kami.

Shanghai, bukan hanya menjadi pusat ekonomi, perdagangan, finansial dan komunikasi terpenting saja. Melainkan juga merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, bersama dengan Singapura dan Rotterdam, Belanda.

Secara administratif, Shanghai adalah salah satu dari empat kotamadya Tiongkok yang mempunyai status provinsi. Shanghai terletak pada pantai timur Tiongkok, kira-kira berjarak sama dengan Beijing dan Guangzhou. Kota tuanya dan pusat kota modernnya sekarang berlokasi di tengah semenanjung yang diperluas di antara Delta Sungai Yangtze di utara, dan teluk Hangzhou di selatan.

Baca :   HUT PSMTI Lampung ke-20, Anggota Gelar Tabur Bunga di TMP

Sebagaimana keterangan di dalam gedung miniatur Kota Shanghai, dengan dukungan pemerintah Tiongkok, kota ini betul-betul bersolek. Yang awalnya dari sebuah desa nelayan yang selalu kebanjiran, kini jadi salah satu kota ekonomi penting dunia. Dulu bau amis dan kotor, kini cantik dengan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang. Semua ini dibentuk dalam waktu hanya 27 tahun.

Kemajuan Shanghai dimulai pada tahun 1992 dalam kepemimpinan Presiden Tiongkok Deng Xiaoping yang menginginkan adanya pusat ekonomi di negara itu. Shanghai sebetulnya adalah proyek pilot yang akan jadi percontohan bagi wilayah Tiongkok lainnya, dan ternyata hasilnya keterlaluan sukses.

Usai melihat perkembangan kota Shanghai, rombongan malamnya diarahkan ke hotel. Direncanakan pada Jumat siang rombongan akan mengunjungi salah satu masjid di kota ini. Sekaligus melaksanakan ibadah salat jumat. Dan sebelum melanjutkan perjalanan ke Hongkong untuk kembali ke tanah air, direncanakan kami diberikan kesempatan untuk naik ke atas Shanghai tower. (Bagian 4/habis/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini