oleh

RS Urib Sumoharjo Buka Suara Terkait Mencuatnya Penipuan untuk Masuk Pegawai

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pihak Rumah Sakit Urip Sumuharjo menegaskan bahwa saat proses penerimaan karyawan baru, tidak menerima uang pemulus dari manapun dan dalam bentuk apapun.

Kepala Bagian Pengelolala Sumber Daya Manusia (PSDM) RS Urip Sumoharjo Suryati mengatakan bahwa oknum diduga Pramugizi YE yang melakukan dugaan penipuan terhadap ratusan korban, yakni pelamar pekerjaan, bukan lah karyawan rumah sakit tersebut. Namun ia membenarkan bahwa ada staff laboratorium  yang bernama Desta Dwi Pratiwi.

“Jadi kalau Desta memang ada bagian analis  dan kita juga sudah pernah panggil dia dan sudah tanyain. Tapi dia mengelak saat kita tanya,” katanya didamping Kabag Umum Lia dan Staff Legalitas Alhadiyat, di RS Urip Sumoharjo, Kamis (15/8).

Menurutnya, selama ini pihak RS Urip Sumoharjo tidak pernah memberdayakan siapapun untuk menjadi tangan kedua (calo, red) bagi para pelamar pekerjaan, yang meminta uang pemulus adalah tidak ada.

Baca :   Tiga Penipu Berkedok Padepokan Nyi Blorong Divonis Berbeda

“Tidak ada sama sekali, jadi begini saya jelaskan pihak rumah sakit dalam melakukan perekrutan tidak pernah meminta biaya apaun kecuali untuk biaya kesehatan dan biaya psikotest yang menggunakan pihak ketiga yaitu Universitas Muhammadiyah. Jadi tahapannya itu seleksi berkas, diantar pakai pos dan stampel pos dan tidak boleh dititipkan oleh siapapun karyawan saja saya tidak terima, kemudian dilanjut tes tertulis kemudian dilanjut tes praktek sesuai bidang dia bidan atau perawat , dan kemudian psikotest, wawancara, kemudian baru tes kesehatan di RS Urip secara menyeluruh. Jadi tidak hanya tes urine saja, dan tidak ditempat manapun selain itu, dan pendaftaranya pun harus melelui website resmi kami,” jelasnya.

Baca :   Tiga Penipu Berkedok Padepokan Nyi Blorong Divonis Berbeda

Namun, saat dimintai izin bertemu langsung dengan Desta ia menjawab bahwa pada saat ini yang bersangkutan sedang cuti melakukan urusan di Polresta Bandarlampung. “Hari ini dia tidak dinas, tadi pagi telpon dan izin bahwa ada yang mau diurus di Polresta. Karena cutinya masih ada jadi saya izinkan karena hak dia,” ujarnya.

Ditambahkan Kabag Umum Lia Amelia bahwa dengan adanya kasus tersebut ia mewakili direksi mengaku akan menghormati proses hukum yang berlaku.

“Kami menghormati proses hukum yang ada, kalau ada keputusan hukum bahwa staff kami  terbukti terlibat maka kami akan memberikan punisment atau sanksi yang berlaku,” tambahnya. (mel/sur)



Komentar

Rekomendasi