Bandarlampung Simsalabim, Anak Kepala Dinas Minta Bangun Taman Langsung Terealisasi, Dewan: SMA Itu...

Simsalabim, Anak Kepala Dinas Minta Bangun Taman Langsung Terealisasi, Dewan: SMA Itu Kewenangan Provinsi

588
Tenaga kerja sukarela Bidang Pertamanan Dinas Pertanian Bandarlampung saat membuat taman di SMAN 10 Bandarlampung, Kamis (16/8). FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan taman oleh Dinas Pertanian (Distan) Bandarlampung mendapat sorotan pihak legislatif. Ya, DPRD Bandarlampung menilai Distan wajib mengevaluasi pembangunan taman SMAN 10 Bandarlampung. Pasalnya, taman tersebut dinilai berbau nepotisme dan diduga mengangkangi kewenangan pemerintah provinsi.

Kepala SMAN 10 Bandarlampung Neng Rosiyati mengungkapkan, taman yang tengah dibangun di sekolahnya tersebut merupakan bantuan dari Distan Bandarlampung.

“Kita mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Bandarlampung atas usulan proposal yang kita ajukan melalui siswa yang orang tuanya merupakan salah satu tenaga kerja di dinas tersebut,” katanya belum lama ini.

Neng mengatakan, ada pun jenis bantuan yang diberikan Distan berupa pengadaan tanaman, pekerja TKS Distan, serta pupuk. “Iya kita diberi bunga tanaman, pupuk, sekaligus yang mengerjakan pembuatan taman dari dinas terkait,” akunya.

Di sisi lain, Veni Devialesti selaku Kepala Bidang Pertamanan Distan Bandarlampung membenarkan hal tersebut. Adapun siswa yang mengajukan permohonan bantuan pengadaan taman melalui surat kepada pihaknya merupakan anak Kepala Distan Bandarlampung Agustini.

Bantuan tersebut, katanya, bukanlah program khusus yang mereka kerjakan, hanya sebatas memenuhi permintaan dari surat yang mereka terima.

“Sebenarnya bukan program. Merekakan mengajukan surat ke dinas, karena kita ada tanaman jadi kita bantu. Penanaman itu sebenarnya bisa dilakukan di mana saja, khsususnya di protokol. Semisal, tiba-tiba ada surat masuk dari kecamatan, kalau kita bisa, kita bantu kita adakan,” jelasnya.

Terpisah, anggota DPRD Bandarlampung M. Yusuf Erdiyansyah Putra khawatir hal tersebut menyalahi kewenangan. Yang lantas dapat menimbulkan kerugian negara karena pengadaan aset negara yang tidak sesuai keperuntukan. Ya, menurutnya seharusnya tanaman Distan Bandarlampung diperuntukkan bagi taman-taman kota.

“Apalagi SMA ranahnya provinsi. Seharusnya, tanaman-tanaman hias itu alokasinya diperuntukan untuk taman-taman kota. Mungkin niatnya bagus, tapi terindikasi memanfaatkan wewenang,” tegasnya. (apr/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini