oleh

Pengusaha UMKM Bagikan Tips di Bisnis Talk Damarian

Radarlampung.co.id – Damarian Pusat Oleh-oleh Lampung yang berlokasi di Jl. Ryacudu C8 Korpri, Bandarlampung menggelar kegiatan Bisnis Talk bersama komunitas Otomotif Lampung. Acara berlangsung di pelataran parkir Damarian, Sabtu (17/8). Ini masih merupakan rangkaian acara grand opening Damarian Pusat Oleh-oleh Lampung yang digelar sehari sebelumnya.

Dalam Bisnis Talk tersebut, Damarian juga menghadirkan sejumlah pembicara seperti perwakilan Go-Food, owner toko Keripik Askha Jaya, serta owner Restoran Prasmanan Encim Gendut.

Pada kesempatan tersebut, Owner toko Keripik Askha Jaya, Askasifi Eka Cesario sempat membagikan pengalamannya selama merintis usaha. Askapanggilan akrabnya mengaku, usaha toko keripik tersebut dirintisnya sejak tahun 2008.

“Biasanya kan teman-teman kalau mau mulai bisnis itu bingung mau usaha apa atau cari modalnya dari mana. Nah disini, saya mau kasih mereka semangat dan pingin ingatin mereka, bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat peluang,” kata pemuda kelahiran 1993 tersebut.

Aska mengaku memulai usahanya dari sales dengan menitipkan camilan kelanting di toko-toko makanan di gang PU. Dari sinilah dia mulai melihat peluang yang bagus baginya untuk memulai usaha.

“Di situ saya sharing ke teman-teman, sampai akhirnya mantap untuk buka toko keripik. Awalnya saya jadi reseller dulu, ambil keripiknya dari orang untuk dijual lagi. Tapi sekarang alhamdulillah, sudah produksi sendiri,” ungkapnya.

Tiga bulan pertama merintis usaha, diakui Aska merupakan hal terberat baginya. Bahkan sempat mengalami kerugian lantaran salah mempertimbangkan harga sebagai reseller dan keuntungan yang harusnya diterima.  Namun, dirinya tidak lantas menyerah.

“Dari situ saya mulai hitung-hitungan lagi, kalau reseller bagaimana baiknya menentukan harga. Seiring berjalannya waktu, saya coba produksi keripik pisangnya sendiri, karena kalau dari segi keuntungan, jelas lebih menguntungkan ketimbang reseller,” tandasnya.

Hal lainnya juga diungkapkan Willy Wilson, Owner Rertoran Prasmanan Encim Gendut. Kala itu, Willy malah mengaku membuka usaha restoran yang sudah tiga tahun dikelolanya tersebut, merupakan sebuah ketidak sengajaan.

Pria berusia 35 tahun tersebut mengatakan, sebelum membuka usaha restoran, dia merupakan seorang jurnalis media cetak The Jakarta Post. “Saya sempat jadi jurnalis untuk majalah, kebetulan di tempatkan di luar negeri. Kemudian 2014 saya kembali ke Indonesia, dan bekerja di Jakarta Post,” katanya.

Kemudian di tahun 2015, Willy memutuskan kembali ke Lampung lantaran harus memenuhi tanggung jawabnya untuk mengelola usaha milik orangtua. Kala itu, dia diminta untuk mengelola sebuah penginapan yang selama ini menjadi bisnis keluarga.

“Tapi waktu itu saya lihat penginapan yang dimiliki orangtua saya sepertinya sulit untuk mengikuti permintaan pasar yang ada di tahun itu. Akhirnya saya memutuskan untuk merombak wisma tersebut,” ujarnya.

Berbekal pengetahuan yang dimiliki selagi bekerja sebagai jurnalis akhirnya Willy memutuskan untuk merombak penginapan tua tersebut menjadi sebuah restoran dengan gaya tempo dulu. Karena hal ini juga, akhirnya menu makanan yang disiapkan Willy di Encim Gendut pun mengikuti gaya ruang restoran yang dimilikinya.

Meski terbilang sukses menjalankan usahanya di bidang kuliner, namun Willy mengaku masih sering kewalahan untuk memanajemen waktu hingga saat ini. “Karena tadinya pikir saya, usaha restoran itu untuk sampingan selagi saya menjadi editor. Tapi ternyata usaha kuliner itu fulltime, tidak bisa dibagi-bagi waktunya untuk yang lain,” akunya.

Willy juga mengaku harus bangun pagi-pagi sekali sebelum restoran dibuka, hanya untuk ikut memilah bahan makanan yang akan disajikan. Dirinya juga harus memikirkan masalah sanitasi restoran, dan lain-lain. Bahkan tak jarang Willy juga harus dipaksa belajar mengenai hal-hal baru.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak ingin berhenti berusaha. “Tapi ya, kalau diminta untuk memberikan saran ke teman-teman yang ingin memulai usaha, saran saya nggak perlu jor-joran untuk modal. Coba manfaatkan apa yang dimilili dulu, misalnya untuk lokasi usaha ya bisa dari online dulu,” tandasnya.

Sementara itu, Owner Damarian Pusat Oleh-oleh Lampung, Heri Andrian mengatakan bahwa pihaknya sengaja menyelenggarakan kegiata Bisnis Talk dengan harapan dapat memberikan motivasi bagi anak muda yang ingin memulai usaha di bidang apapun.

“Apalagi kalau komunitas otomotif biasanya banyak anak mudanya, jadi kalau memang mereka tertarik untuk memulai usaha bisa dapat tips dan triknya di kegiatan Bisnis Talk ini,” tandasnya. (Ega/kyd)



Komentar

Rekomendasi