oleh

Disdag Tera Timbangan, Puluhan Pedagang (Masih) Pilih Kabur

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung kembali melakukan tera timbangan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari Seni-Rabu (19-21/8). Kali ini sasarannya adalah Pasar Tugu, Bandarlampung melanjutkan kegiatan tahun lalu.

Kepala Disdag Bandarlampung Adiansyah mengatakan, untuk kegiatan hari ini, pihaknya memeriksa 32 timbangan. Sebanyak 32 timbangan itu terdiri dari 17 timbangan mekanik, 11 timbangan pegas, dan 2 timbangan elektronik.

“Setalah ditera. Ada yang kita perbaiki karena tidak standar, sebanyak 6 unit tinbangan mekanik. Rata-rata rusaknya jarum timbangan mengalami tumpul,” katanya kepada Radar Lampung, Senin (19/8).

Kegiatan pengecekan akan dilaksanakan tiga hari, Senin-Rabu (19-21/8) mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sudah ada,” imbuhnya.

Adapun hasil tera yang dilaksanakan pada tiga hari (Senin-Rabu, 15-17/7) pada bulan lalu yaitu sebanyak 67 unitt timbangan yang diberi catatan untuk diperbaiki.

Didapati, dari data wajib tera sebanyak 218 timbangan, ada 195 yang mengikuti tera, dengan rincian timbangan elektronik sebanyak 20 unit, timbangan mekanik 170 unit, neraca dua unit, dan takaran basah tiga unit.

Ternyata, ada saja pedagang yang “kabur” dari uji tera timbangan. Adiansyah menerangkan, setelah melakukan tera selama tiga hari di Pasar Tugu ada 23 timbangan yang tidak mengikuti tera.

“Data kita kan yang wajib tera ada 218 timbangan, yang ikut ada 195 timbangan, jadi 23 timbangan yang belum tera, kita minta segera mengikuti tera dengan mendatangi kantor Disdag,” imbaunya melalui Radarlampung.co.id, Rabu (17/7).

Dari tera tersebut, Adian mengatakan ada 67 timbangan yang rusak dan diperbaiki ke bengkel yang telah disiapkan oleh Disdag. “Rusaknya banyak di timbangan mekanik, yang mana jarum segitiganya sering tumpul yang harusnya lancip, terus anak timbangan yang beratnya gak pas,” ucapnya.

“Pedagang nanti akan kembali menerima timbangannya dalam keadaan standar kita setelah diperbaiki,” ucapnya.

Dari 67 timbang bermasalah rata-rata timbangan mekanik yang dipakai oleh pedagang sayuran, buah, cabe, dan lainnya. “Kerusakan itu rata-rata bukan disengaja oleh pedagang, jadi dengan ditera pedagang akan tahu dan sama-sama enak,” ucapnya.

Sedangkan, pelaksanaan tera di Pasar Way Halim selama tiga hari Senin (22-24/7), Disdag mentera 138 timbangan dari 158 timbangan wajib tera yang terdata. Hasilnya, sekitar 30 persen lebih timbangan di pasar tersebut mengalami kerusakan.

“Sudah kita lakukan ke 138 timbangan milik pedagang, dengan rincian 125 timbangan mekanik dan 13 elektronik. Didapat 23 timbangan rusak,” ungkapnya kepada Radarlampung.co.id, Kamis (25/7).

Dipaparkan, untuk 23 timbangan yang rusak menurut Adi bukanlah rusak karena disengaja. “Untuk timbangan mekanik seperti di bagian bawahnya jarumnya tumpul,” ucapnya.

Adi menambahkan, timbangan yang rusak kebanyakan dari pedagang sayuran, cabe, bawang, dan lainnya. “Rata-rata pedagang sayur, yang belum tera sekitar 20 timbangan kita minta tera ke kantor Disdag,” ungkapnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi