Bandarlampung Raport Dewan Hari Pertama Pasca Pelantikan, Banyak Tak Hadir, Bingung Hendak Kerjakan...

Raport Dewan Hari Pertama Pasca Pelantikan, Banyak Tak Hadir, Bingung Hendak Kerjakan Apa

269
Salah satu ruang fraksi sementara yang tampak lengang yang dihadiri 2 legislator hingga pukul 13.00 WIB, Selasa (20/8). FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Senin (19/8), anggota DPRD Bandarlampung telah mengikuti sumpah janji dalam peresmian menyandang legislator Kota Tapis Berseri. Namun, semangat mengantor di hari pertama pasca pelantikan terbilang minim.

Hingga pukul 13.00, Selasa (20/8), ruang-ruang fraksi sementara ada yang didapati tidak ada satu pun dewan yang menunjukan batang hidungnya.

Berdasarkan pantauan dan keterangan petugas yang menjaga ruang fraksi sementara pada ruang fraksi Gerindra hanya dihadiri 4 orang yang seharusnya berjumlah 7 orang, ruang PAN hanya 2 orang yang seharusnya 6 orang.

Selain itu, ruang fraksi Nasdem 2 orang seharusnya 5 orang, Demokrat 2 orang dari 5, PDIP sebanyak 6 orang dari 9 orang.

Tampak berbeda, ruang fraksi PKS justru lengang tak ada satu pun dewan yang hadir hingga pukul 13.00 WIB. Berbanding terbalik dengan ruang Golkar yang semua anggota ada di ruang fraksi.

Sedangkan ruang fraksi gabungan sementara PPP, PKB, dan Perindo hanya dua orang yang standby di ruang tersebut, yakni politikus Perindo, dari PKB tidak ada di tempat.

Sedangkan PPP, yakni Pandu Kusuma Dewangsa tidak memasuki ruangan fraksi sementara, dirinya terlihat lebih memilih standby di ruang Komisi 3.

Dalam kesempatan itu, Radar Lampung coba menanyakan salah satu anggota dewan baru yang merupakan politikus Gerindra, Ilham Alawi. Dirinya mengaku bingung apa yang harus mereka kerjakan.

“Karena saya baru ya dari pagi di sini masih bingung mau mengejakan apa, lagian semuanya belum pada kumpul semua,” katanya kepada Radar Lampung ditemuai di ruang fraksi sementara.

Di sisi lain, politikus Gerindra lainnya, Achmad Riza mengatakan, saat ini pihaknya tugasnya menyusun alat kelengkapan dewan (AKD), pembentukan pansus tatib, hingga lobi-lobi lintas fraksi terkait penetuan komisi. (apr/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini