oleh

Suoh-BNS Lumbung Padi, Daerah Lain yang Dapat Nama

radarlampung.co.id – Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) merupakan lumbung padi di Lampung Barat. Namun sejak beberapa tahun terakhir, produksi dua kecamatan yang seharusnya bisa menopang kebutuhan pangan untuk kabupaten itu, seolah hilang.

Salah satu penyebab, banyak pihak yang menjual hasil panen ke luar daerah. Yakni Pringsewu dan Metro.

Anggota DPRD Lambar Sugeng Hari Kinaryo Adi mengungkapkan, hasil penelusurannya, Pringsewu dan Metro menjadi daerah tujuan petani dari Kecamatan Suoh dan BNS untuk menjual gabah kering giling (GKG).

“Berawal dari rasa penasaran karena stok aman, meski terjadi gagal panen di  Pringsewu dan Metro, maka saya melakukan penelusuran. Sekaligus ingin membuktikan apa yang kerap disampaikan masyarakat kepada saya, soal banyaknya petani menjual gabah kedua daerah itu,” kata Sugeng.

Wakil rakyat asal Kecamatan BNS ini mendatangi gudang penyimpanan gabah di Pringsewu dan Metro. Kebetulan, ia menjumpai 10 unit mobil dari Suoh dan BNS yang sedang membongkar gabah.

“Ini memang tidak dilarang. Namun akan berdampak pada eksistensi Suoh dan BNS sebagai lumbung pangan di Lambar,” tegasnya.

Dilanjutkan, gabah tersebut baru diolah menjadi beras saat sudah berada di Metro dan Pringsewu. “Jadi yang terkenal bukan gabah dari Suoh atau BNS. Tapi dari Pringsewu dan Metro. Ini harus jadi perhatian kita semua,” ucapnya. (nop/ais)

Komentar

Rekomendasi