oleh

Festival Tubaba 2019 Libatkan 300 Seniman hingga Launching Kopi

radarlampung.co.id – Sebanyak 300 seniman generasi muda dan dari kalangan pelajar di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan tampil pada Festival Tubaba 2019 yang akan dimulai, Kamis (29/8). Pada gelaran ke-VI ini, festival bertema Dari Masa Depan tersebut bakal berlangsung di empat ikon wisata yang ada di kabupaten setempat.

Keempat lokasi tersebut yakni, Rumah Panggung (Rumah Tari) dan Rumah Baduy di Kota Uluan Nughik, tepatnya di belakang rumah dinas bupati di jalan baru arah calon Mapolres Tubaba (sekitar 300 meter dari ruas jalan Panaragan Jaya-Pulung Kencana). Kemudian Patung Empat Marga di jalan Letter S. Panaragan dan gedung Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai di Komplek Islamik Center Tubaba.

“Edisi kali ini mengambil tema “Dari Masa Depan” sebuah metafor tentang visi sebuah kota dari generasi muda. Maka visi tersebut akan kita lihat dalam presentasi karya mereka. Di dalam seni rupa berbagai tematik dan teknik akan terurai dalam setiap karya rupa mereka,” kata Semi,

Berbagai penampilan tersebut bukan berarti menghilangkan seni tradisional, karena akan ditampilkan pula beberapa kesenian gitar klasik Lampung, Kulintang, Dzikir Lampung, Ngediao atau Bebandung, Reog, Jaipong dan Baleganjur.

“Sejumlah ekspresi seni tradisional yang juga menandakan multikulturalisme masyarakat Tubaba,” tandasnya.

Sementara itu, sebanyak enam grup teater yang akan tampil, meskipun masih menggunakan naskah-naskah lama tetapi coba ditafsirkan oleh pikiran mereka yang milenial, sedangkan musik mencoba memainkan elemen pentatonik dan diatonik untuk mewujudkan musik kolaboratif.

“Untuk Tari Nenemo akan menampilkan 75 penari untuk menabalkan filosofi Nenemo sebagai visi masa depan Tubaba. Seluruh rangkaian acara berlangsung pada tanggal 29-31 Agustus 2019, silahkan seluruh warga Tubaba, dan wisatawan menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut secara gratis,” tandasnya.

Selain penampilan dan pameran kesenian, pada gelaran kali ini Festival Tubaba mempunyai konten yang bisa dibilang istimewa, yakni launching “Kopi Tubaba”. Disebut istimewa karena ternyata anggapan selama ini Tubaba tidak memiliki produk kopi yang bisa dinikmati keliru, berdasarkan hasil percobaan ternyata kopi yang banyak tumbuh di pekarangan rumah warga Tubaba memiliki rasa yang cukup nikmat.

“Besar harapan setelah launching ini, warga Tubaba bisa memproduksi kopi dari pekarangan rumahnya sendiri,” pungkasnya. (fei/rnn/kyd)

Komentar

Rekomendasi