oleh

Segini Harga Toyota C-HR Hybrid OTR Lampung

radarlampung.co.id  – PT Toyota Astra Motor (TAM) telah resmi meluncurkan Toyota C-HR Hybrid, sebagai kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) yang mengandalkan penggerak elektrik  di Indonesia International Motor Show (IIMS) April 2019.

Sales Supervisor Auto 2000 Raden Intan, Bandarlampung Romy Syaputra mengatakan, di Lampung kendaran ini ditawarkan dengan OTR Rp535,4 juta untuk singel tone dan Rp536,9 juta untuk dual tone.

”Kalau untuk tipenya memang satu, cuma bedanya kalau singel tone itu atapnya sewarna bodi dan dual tone atapnya warna hitam,” kata Romy, Selasa (27/8).

Romy melanjutkan, sejak di displai pada awal Agustus lalu, respon customer terhadap kendaraan tersebut cukup baik, terlebih karena Toyota C-HR Hybrid merupakan kendaraan hybrid paling murah di Indonesia saat ini. Hal ini juga dibuktikan dengan rata-rata penjualan Toyota C-HR Hybrid secara nasional yang mencapai 50 unit, sejak diluncurkan.

”Kalau untuk di Lampung sendiri sudah ada 2 sampai 3 unit yang dipesan dan sudah didistribusikan ke customer. Pemesanannya juga tidak perlu indent lagi, karena sebenarnya unit sudah ready di pusat. Hanya saja di Lampung kita memang baru displai satu unit, dan masih cek market juga di Lampung,” tambahnya.

Di samping itu, sambungnya, Toyota C-HR Hybrid memang menyasar untuk segmen kaum urban yang ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya. ”Tapi memang kita juga tidak bisa mematok secara marketnya berbeda-beda tiap kota. Di kota-kota besar biasanya kaum urban ini lebih peduli terhadap kendaraan seperti ini,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, The New Legend Reborn mungkin bakal menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan CHR Hybrid sebagai kendaraan hybrid paling ekonomis untuk saat ini di Indonesia.

Kendaraan bermesin hybrid kolaborasi baterai, bahan bakar dan listrik ini akan menjadi pionir kendaraan hybrid ekonomis dan cepat atau lambat akan menjadi Legenda kedepannya menyusul kakaknya Innova Reborn dalam line up kendaraan roda empat di Indonesia.

”Banyak yang beranggapan C-HR Hybrid mahal, namun ketika kita tela’ah lebih dalam terkait fitur yang di sematkan di kendaraan ini. Harga Rp530 juta sebenarnya tidaklah sesuatu yang mahal jika dibandingkan dengan efisiensi bahan bakar yang dihasilkan mesin hybrid ini,” katanya.

Sebab, sambung dia, mesin yang tersemat dalam Toyota C-HR Hybrid sendiri bisa mengirit bahan bakar lebih dari 2 kali lipat dibandingkan kendaraan di kelasnya. Ini juga membuat dirinya yakin bahwa lembat laun kendaraan hybrid akan menjadi kendaraan sejuta umat di Indonesia.

Belum lagi, Pemerintah Indoneia dalam roadmap menjadi ”Making Indobesia 4.0” sebenarnya sedang mempersiapkan Indonesia di tahun 2030, menjadi basis produksi kendaraan Electrified Vehicle (EV) maupun Hybrid Vehicle (HV). Pemerintah pun menargetkan di tahun 2025, 20 persen produksi kendaraan di Indonesia sudah berteknologi EV dan HV.

”Pemerintah pun serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Guna mengakselerasinya, pemerintah menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastniktur agar para pelaku industri otomotif tertarik untuk berinvestasi,” katanya.

Sambung dia, Perpres sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif. Dalam implementasinya, pada tahap awal akan diberlakukan melalui bea masuk nol persen dan penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor listrik.

Dalam aturan baru ini, PPnBM tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, namun pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bemotor. Semakin rendah emisi, semakin rendah tarif PPnBM kendaraan. Skema itu tengah dikonsultasikan oleh pemerintah pada parlemen.

”Dengan ini lambat laun kendaraan hybrid akan semakin murah dan terjangkau bagi masyarakat dan tentu juga semakin ramah lingkungan,” pungkasnya. (ega/kyd)



Komentar

Rekomendasi