oleh

Resmi Dibuka, Festival Tubaba Jejak Menuju Masa Depan

radarlampung.co.id – Festival Tubaba 2019 resmi dibuka oleh Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) H. Umar Ahmad di lokasi Taman Budaya Kota Uluan Nughik, Kamis (29/8). Sesuai dengan temanya “Dari Masa Depan”, festival kesenian ini disebut-sebut sebagai renungan, gambaran dan optimisme masyarakat tentang wajah bumi Ragem Sai Mangi Wawai di masa depan.

“Pernahkah kita membayangkan wajah Tubaba di masa mendatang, seperti apakah kemajuan serta karakter masyarakat daerah ini yang kita harapkan.!Dan, proses seperti apa yang sudah kita rancang dan lakukan,” tanya Umar kepada hadirin, saat membuka festival.

Menurutnya, itulah beberapa pertanyaan yang mungkin sering mengganggu pikiran kita. Pikiran seluruh orang yang menginginkan daerah ini tak hanya sekedar maju dan berkembang, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Sebab, kata dia, bila tanpa ditopang karakter, maka tentunya daerah ini akan rapuh, terombang-ambing, dan tak disegani oleh masyarakat luas dari berbagai kota dan kabupaten lain.

“Oleh karenanya, saya sangat menghargai kerja keras dan kesungguhan adik-adik pelajar, pemuda, dan seniman-seniwati di daerah ini yang dalam beberapa tahun belakangan ini menempa diri, berkarya, dan berkiprah di bidang seni budaya. Kita merasakan ada denyut. Kita melihat ada kreativitas. Para pelajar dan remaja di daerah ini menekuni seni dan budaya. Sebagian pemuda berhimpun dan berkumpul untuk mengembangkan diri,” ujarnya.

Bupati menilai, itulah salah satu proses yang sedang terjadi di Tubaba. Sebuah proses yang diikuti dengan penanaman serta penguatan nilai-nilai kerja keras, ulet, dan tak gampang menyerah, namun siap pula ikhlas menerima segala ketentuan dari Sang Pencipta.

“Apa yang telah terjadi pada hari ini di Tubaba tentunya merupakan jejak-jejak menuju masa depan. Apa yang kita rancang dan lakukan saat ini tentulah akan mempengaruhi wajah daerah yang kita banggakan. Untuk itu, mari terus kita dukung dan lakukan segala kebaikan untuk kemajuan daerah ini,” tandasnya.

Diketahui, gelaran Festival yang akan berlangsung hingga Sabtu (31/8) ini melibatkan sekitar 300 seniman dari generasi muda dan para pelajar di Tubaba. Ada empat ikon wisata yang di jadikan sebagai lokasi festival, yakni Taman Budaya (Rumah Panggung) dan Rumah Baduy di Kota Uluan Nughik. Kemudian Patung Empat Marga dan gedung Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai di Komplek Islamik Center Tubaba.(fei/rnn/kyd)

Komentar

Rekomendasi