oleh

KADIN, KOL dan Universitas Malahayati Gelar Seminar Deteksi Dini Lupus

radarlampung.co.id-Lupus merupakan penyakit autoimun yang berakibat fatal karena menyerang organ dan jaringan tubuh. Penyakit ini tidak menular namun membahayakan. Dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya.

Penyakit lupus memiliki beberapa jenis. Namun yang kerap dijumpai adalah penyakit lupus jenis Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Di Provinsi Lampung, kasus kematian usia muda akibat penyakit ini diperkirakan 3 sampai 5 orang setiap bulan.

Agar masyarakat lebih memahami penyakit lupus, Kamar Dagang dan Industeri (Kadin), Komunitas Odapus/ Orang dengan Lupus Lampung (KOL) dan difasilitasi Universitas Malahayati Lampung, menggelar Seminar bertajuk Deteksi Dini Lupus.

Seminar ini akan dilaksanakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Lampung Sabtu (31/8). Rapat finalisasi persiapan seminar digelar Jumat (30/8) di ruang rapat Lt.5 Universitas Malahayati.

Sejumlah narasumber yang akan menghadiri seminar diantaranya Prof. DR. dr. Zubaidi Djoerban, Sp. PD. KHOM Finasim, dokter pakar penyakit lupus. Selain itu Ketua Yayasan Lupus Indonesia, Tiara Savitri,S.Pd juga dijadwalkan hadir.

“Pesan dari seminar Deteksi Dini Lupus ini cukup penting untuk sampai kemasyarakat. Untuk itu, kami berharap terutama dari teman teman media agar dapat menerusakn informasi ini kemasyarakat” ujar Ketua Kadin Peduli Provinsi Lampung, H. Mahrizal Sinaga SE.

Ketua Diesnatalis Universitas Malahayati, Dainty Maternity, SST.,M.Keb, menyatakan pihaknya sangat mendukung terselenggaranya seminar. Masyarakat dan pemerintah, lanjut dia, nantinya diharapkan memberi perhatian serius mengenai penyakit lupus.

“Seminar ini sangat bermanfaat untuk seluruh peserta. Terutama bagi yang sama sekali tidak mengenal apa itu lupus. Dengan seminar ini,  peserta lebih bisa mengetahui dan bisa melakukan deteksi dini Lupus. Lupus bisa menyerang siapa saja dan tanpa sadari. Harapan kami setelah seminar ini akan semakin banyak lagi orang yang mengenal lupus dan bisa mengkampayekan dengan orang terdekat mengenai tanda, gejala, penanganan Lupus,” katanya. (rls/wdi)

Komentar

Rekomendasi