oleh

Perbaikan Jalan Penghubung di Waykenanga Tubaba Dipertanyakan

radarlampung.co.id – Jalan penghubung antar Tiyuh di Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) rusak akibat dilalui kendaraan dan alat berat yang membangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Managemen PT Waskita Karya (WK) yang melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut menjadi pertanyaan masyarakat setempat.

Berdasarkan keterangan mantan Ketua Komisi III DPRD Tubaba, Roni mengungkapkan bahwa perbaikan ruas jalan penghubung antar tiyuh tersebut oleh pihak PT Waskita Karya diduga sangat tidak sesuai dengan spesifikasi dan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten setempat kala itu.

“Kita belum paham bagaimana perjanjian pihak PT Waskita Karya dengan PUPR Tubaba sebenarnya. Apakah hanya sekedar tambal sulam atau memang sesuai spesifikasi PUPR, sebab jika standar PUPR ini tidak sesuai dan banyak penyimpangannya. Batunya 1-2 tidak mereka pakai, bahkan batu 2-3 juga tidak banyak, bisa dilihat di lapangan.” Kata Roni kepada radarlampung.co.id, Minggu (1/9).

Seharusnya, sambung dia, Perusahaan milik Negara tersebut dapat bekerja profesional dan mengedepankan mutu kualitas, apalagi mereka sudah ada kesepakatan dengan Pemkab Tubaba melalui Dinas PUPR. 

“Untuk STA-nya saya tidak tahu, yang jelas mereka perbaiki jalan yang dilintasi oleh kendaràan besar milik Waskita dari sekolah HMPTI ethanol melintasi Tiyuh Mercu Buana dan Agung Jaya. Bahkan perbaikan saat ini yang belum mereka sentuh yakni di Tiyuh Indraloka I menuju Balam Asri dan Wonorejo,” terangnya.

Menanggapi itu, Baharuddin kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Tubaba menegaskan, perjanjian dinas PUPR dengan pihak PT WK, selesai pekerjaan apabila ada jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan maka wajib diperbaiki minimal dikembalikan seperti semula. “Tapi jika memang tidak sesuai kami akan perhatikan lagi dengan pihak Waskita,” tandasnya. (fei/kyd)

Komentar

Rekomendasi