oleh

Dituding Suplay BPNT Tak Sesuai Kuota, PT Mubarokah Buka Suara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) suplay dari PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM) disorot. Belakangan, sembako yang dikemas PT MJM ditengarai tidak sesuai dengan nilai bantuan yang ditentukan Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp110 ribu setiap kali pencairan bantuan.

Saat dikonfirmasi, pihak manajemen PT MJM menampik tudingan itu. Endy Rubianto selaku Manager PT MJM mengatakan, isu selisih harga yang dilontarkan salah satu LSM itu tidak benar. Dia beralasan, pihaknya mengedepankan kualitas.

“Beras yang kami suplai itu kualitas premium, sehingga dari segi harga pasti akan lebih mahal,” klaimnya, saat menggelar konpers Selasa (3/9).

Endy menerangkan, selama ini pihak perusahaan selalu mengutamakan kualitas dan kuantitas. “Kami berkerjasama dengan petani lokal yang telah kita pilih sehingga beras yang diproduksi memiliki kualitas baik,” terangnya.

Endy juga menambahkan, pihak perusahaan tidak pernah menimbum beras di gudang, “Jadi regulasi kami tidak pernah menyimpan beras di gudang, sehingga kualitas beras tetap terjaga,” ucapnya.

Ditambahkan, untuk perusahan suplay di bidang beras dan telur tidak hanya dikerjakan oleh PT MJM, tapi masih banyak perusahaan yang bergerak di bidang suplayer beras dalam program BPNT di Lampung.

“Tidak etis jika hanya perusahaan kami saja yang dituding seperti itu, sedangkan kami memiliki banyak kompetitor yang bergerak di bidang yang sama. Sehingga tudingan itu saya rasa salah sasaran, ” pungkasnya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi