oleh

Pemilihan Ko Ci 2019, Semua Etnis Boleh Daftar

radarlampung.co.id – Sukses dengan gelaran pertama pada Tahun 2015 lalu, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung kembali menggelar event Pemilihan Koko Cici (Ko Ci) Lampung 2019.

Ketua Panitian Pemilihan Koko Cici Lampung 2019 Sayori Rahayu mengatakan, berbeda dengan penyelenggaraaan pertama, tahun ini Pemilihan Koko Cici Lampung tidak mengharuskan pesertanya berasal dari etnis Tionghoa. ”Pemilihan ini terbuka untuk umum, jadi nggak berpatok pada satu etnis saja,” katanya kepada Radarlampung.co.id, Kamis (5/9).

Dia melanjutkan, pendaftaran Pemilihan Koko Cici Lampung 2019 telah dibuka sejak 1 Agustus hingga 20 September 2019. Sedangkan Malam grand final Koko Cici Lampung sendiri akan dilakukan pada tanggal 29 September 2019.

Adapun persyaratan untuk mendaftar, diantaranya pria/wanita warga negara Indonesia dengan usia 16 sampai 25 tahun, status pendidikan SMA/sederajat, tinggi badan pria minimal 160 cm dan wanita 155 cm, berpenampilan menarik dan berwawasan luas, serta sehat jasmani dan rohani.

Selain itu juga harus berkomitmen dalam memajukan dan melestarikan budaya Tionghoa, serta memajukan pariwisata Lampung. Aktif dalam kegiatan sosial, mengusai bahasa asing, dan belum pernah menikah. Peserta juga wajib mengikuti rangkaian kegiatan seleksi dan karantina.

Formulir pendaftaran bisa didapatkan dengan mengisi Google Form di link http://bit.ly/formregkocilpg2019. Selanjutnya peserta harus mengikuti rangkaian audisi dan talent show Koko Cici Lampung 2019.

”Ini merupakan gelaran kedua, sebelumnya kita gelar tahun 2015 pertama kali dan harusnya diselenggarakan per dua tahun sekali. Namun memang sempat vakum karena pergantian kepengurusan dan lain-lain, makanya sekarang kita hidupkan lagi,” jelas Sayori.

Dia menambahkan, kegiatan Pemilihan Koko Cici sendiri telah diatur dalam AD/ART organisasi PSMTI dan memang harus diselenggarakan oleh seluruh PSMTI. Tujuannya untuk mencari duta-duta budaya Tionghoa, pariwisata dan sosial sebagai perwakilan PSMTI Lampung.

Lebih jauh dia mengatakan, tahun sebelumnya animo kegiatan tersebut dinilai cukup baik. ”Tapi memangkan sasaran kita itu dari usia 18 sampai 25 tahun. Dan memang kebanyakan, anak-anak umur segitu ada yang sudah melanjutkan sekolah atau bekerja keluar kota, seperti Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.

Belum lagi, beberapa diantaranya juga masih banyak yang malu-malu untuk mengekspresikan diri dan mengikuti ajang pemilihan tersebut. Mesku begitu dirinya berharap akan banyak anak muda yang tertarik untuk mengikuti event tersebut.

”Justru dari kegiatan semacam ini kami ingin mengajak mereka untuk bisa lebih berkarya lagi, harapannyakan mereka bisa sama-sama bertemu, berkumpul dan menciptakan karya bersama-sama sambil terus melestarikan budayanya. Karena kalau budayanya tidak dikenalkan lebih jauh lagi, maka akan putus di tangan mereka begitu saja,” tandasnya. (ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi