oleh

Efisiensi Proyek Jalan di Lambar hingga 50 Persen Dipertanyakan

radarlampung.co.id – Para rekanan atau kontraktor mempertanyakan rencana efisiensi tender proyek Jalan di Lampung Barat (Lambar) hingga 50 persen kepada Dinas Bina Marga Lampung.

Amiril M, SH mewakili para rekanan kepada Radarlampung.co.id menceritakan bentuk kekecewaan para rekanan yang memenangkan tender untuk pekerjaan pembangunan jalan provinsi di kabupaten setempat.

“Kami pada hari ini habis selesai menghadiri rapat antara kontraktor PPTK dengan bidang perencanaan dan bidang pembangunan beserta konsultan PPTK di Dinas Bina Marga Lampung,” katanya, Jumat (6/9).

Dalam kesempatan itu, pihaknya merasa kecewa dengan adanya rapat tersebut, lantaran dipertanyakan kenapa efisiensi pembangunan jalan hingga 50 persen disampaikan setelah pihaknya menang tender.

“Menurut kami para kontraktor ini tidak adil selain itu terkesan akal-akalan. Kenapa pengumumannya pasca kami menang tender. Kalau memang ada efisiensi seharusnya waktu sebelum tender,” ujarnya.

Dalam proyek pengerjaan jalan provinsi ini katanya, melibatkan 11 kontraktor untuk pengerjaan 11 paket pekerjaan. Lanjutnya, efisiensi hingga 50 persen sama saja merubah kesepakatan yang telah ada.

“Kami tentu merasa dirugikan. Ini mereka mintanya efisiensi sampai 50 persen berarti semua angka berubah dong. Setahu kami, efisiensi itu paling 10 atau 5 persen saja,” tandasnya.

Dirinya mencontohkan tender jalan yang dimenangkan untuk pembangunan Jalan Raden Intan Lampung Barat saat ini dengan pagu Rp3.6 milir dengan pekerjaan jalan sepanjang 2.600 meter, jika dikurangi 50 persen maka secara otomatis yang sebelumnya pengerjaan 1 km bisa menjadi 300 meter saja.

Adapun alasan yang mereka terima dari pihak penyelenggara adanya rencana efisiensi hingga 50 persen tersebut yakni adanya defisit. Menurutnya negara dan kabupaten lain juga mengalami defisit. Tapi tetap lancar-lancar saja, tidak sampai separah ini.

“Defisit jangan jadi alasan sudah sekian tahun ini Indonesia bukan hanya Lampung yang defisit semuanya jalan dan lancar-lancar saja. Kalau mau ada efisiensi seharusnya sebelum lelang atau belum dibuat nilai kontrak itu masuk akal,” pungkasnya. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi