oleh

Poli Anak Hentikan Pelayanan, Ini Kata RSUDAM

Radarlampung.co.id – Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) terlihat lengang. Itu lantaran, beberapa dokter Spesialis Anak menghentikan pelayanan sementara.

Hal ini juga diperkuat dengan beredarnya di kalangan wartawan bahwa ada secarik surat pernyataan yang ditandatangani oleh enam Dokter Spesialis Anak yang membuka praktek di Rumah Sakit milik pemerintah tersebut.

Bunyinya, menindaklanjuti surat yang pernah kami kirimkan petanggal 16 Mei 2019 perihal jasa pelayanan yang belum sesuai dan berdasarkan hasil keputusan rapat Staf Medis Fungsional (SMF) anak pada kamis 5 Septermber 2019 dengan ini kami sampai kan, terhitung mulai 6 September 2019 pelayanan Poliklinik SMF anak di RSUDAM akan dihentikan. Dan untuk pelayanan gawat darurat bisa dilakukan di UGD dan akan di konsulkan dengan BPJP. Sementara pelayanan rawat ini berjalan seperti biasa.

Pantauan radarlampung.co.id, di ruang  Poliklinik Anak pukul 11.00 WIB tempat tersebut terlihat sepi, tidak ada pelayanan pasien apapun dan hanya ada petugas kebersihan yang tengah bekerja di lantai dua gedung rawat jalan. Keadaan yang sama juga terlihat di ruang Sekretariat Staf Medis Fungsional (SMF) Anak di lantai empat Gedung Alamanda RSUDAM.

Menanggapi hal ini, Kabag Humas RSUDAM Akhmad Safri mengaku tidak tahu adanya surat tersebut. “Keberadaan surat itu saya tidak tahu, dan sampai sekarang juga belum terima,” katanya saat ditemui di ruangannya, Jumat(6/9).

Safri hanya menambahkan pelayanan pada poliklinik bedah lantai tiga gedung rawat jalan sudah berjalan seperti biasa. “Sudah mediasi dan sudah dapat titik temu jadi pelayanan sudah kembali seperti semula, namun untuk bedah umum memang belum ada, jadi tetap dialihkan spesialis inti penyakitnya,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi kebenaran surat tersebut, dr Rogatianus Bagus Pragtignyo Sp.A tak menampik bahwa dirinya telah menandatangani surat tersebut. ” Iya, tapi bisa tanya kepala SMF nya saja dokter Pram atau dokter Fedri,” singkatanya via telepon.

Sementara itu, Kepala SMF Anak RSUDAM dr Fedriansyah Sp.A M.Kes juga mengakui telah menandatangani surat tersebut, namun sayangnya ia menolak untuk diwawancarai.

“Tidak usahlah itu kan masalah internal rumah sakit. Iya surat itu kan hanya untuk Polikliniknya, tapi pelayanan pasien lainnya masih terus berlangsung di rawat inap, visit juga masih ke pasien, terkecuali ada komplain dari pasien tentang pelayanan ini,” tandasnya.

Adapun nama dokter Spesialis Anak yang turut menandatangani surat tersebut yakni, dr. Fedriansyah, dr. Prambudi Rukmono, dr. Rogatianus Bagus Pragtignyo, dr. Elvi Suryati, dr. Roro Rukmi Windi Perdani dan dr. Leni Ervina. Sementara dua lainya tidak menandatangani dengan alasan dinas luar kota dan cuti melahirkan.(mel/kyd)



Komentar

Rekomendasi