oleh

Rumah Sepasang Lansia Nyaris Ambrol, Herman H.N.: Besok Alat Berat Turun

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. melakukan peninjauan langsung terkait pemukiman warga Desa Umbul Kunci, Keteguhan, Telukbetung Timur yang hampir ambrol. Dirinya berjanji segera melakukan perbaikan dengan menurunkan alat berat.

“Besok coba lihat ya exavator sudah turun. Besok mulai digali dan ditambahkan supaya tebal (tanah belakang rumah, red),” katanya kepada awak media, Selasa (10/9).

Menurutnya, kondisi longsor telah terjadi sudah lama. Namun, tahun depan pihaknya akan segera melakukan perbaikan berupa pembuatan talut dengan diberi bronjong di sepanjang Pinggir Sungai Umbul Kunci.

“Tahun depan sudah kita talut. Tahun lalu memang sudah begitu. Tahun depan kita pasang bronjong dan besok sudah mulai digali dan ditambah tanahnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga berjanji akan memberikan bantuan. Namun, dirinya tidak menyebutkan secara gamblang bantuan yang akan diberikan kepada korban longsor.

Kedatangan Herman H.N. meninjau kondisi beberapa rumah warga sekitar yang memprihatinkan, karena rawan ambrol, khususnya yang berada di sekitar bibir sungai disambut hangat warga sekitar.

“Alhamdulillah pak wali datang kunjungi dan mantau,” ucap Kasjah (85) salah satu warga yang rumahnya dalam kondisi memprihatinkan.

Menurut suami dari Junayah ini, Herman H.N. berjanji akan memasang talud atau beronjong, guna menahan derasnya aliran sungai dari Hulu, hingga banjir bandang, yang dikhawatirkan jika musim penghujan nanti bakal tiba.

“Mudah-mudahan segera dipasang beronjong,” kata pria paruh baya itu.

Ya, rumah milik sepasang paruh baya yang terletak di Jl. Zulkarnaen Sumbing, Gang Hasbunallah, Kampung Sukamandi, Keteguhan Permai, Telukbetung Timur, Bandarlampung itu tampak nyaris ambrol.

“Mudah-mudahan tidak ada apa-apa, karena satu genteng pun tidak ada yang jatuh. Makanya saya berani (tetap tinggal di sana, red). Serahkan kepada Yang Maha Kuasa saja. Semisalnya, meninggal berdua dengan neneknya (istrinya, red) engga apa-apa. Soalnya mau kemana lagi. Mau beli enggak kebeli. Mau sewa gak punya uang. Kerja aja udah enggak lagi,” kata Kasja, Senin (9/9).

Kasja tinggal bersama sang istri, Njum (70) -sapaan Junayah. Dua pasangan ini tidak memiliki anak. Sehingga mereka hanya berpasrah untuk terus tinggal di rumahnya tersebut. “Anak saya cuma satu tapi meninggal, mau tinggal dengan saudara ya engga enak lah,” ujarnya.

Menurutnya, rumahnya mengalami longsor sejak empat bulan terakhir sebelum pemilu 2019 sekira pukul 17.00 WIB saat banjir bandang menerjang tepian tanah belakang rumahnya. “Sebelum magrib longsornya, karena tergerus,” imbuhnya.

Njum (70) mengaku, saat kejadian dirinya bersama suaminya berada di rumah tengah beristirahat. Tiba-tiba tetangga mendatangi rumahnya untuk meminta merdeka keluar, dan terdengarlah dentuman tanah belakang rumahnya longsor secara-tiba. (apr/sur)



Komentar

Rekomendasi