oleh

Puluhan Hektar Kebun Karet Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Radarlampung.co.id – Puluhan hektar kebun karet milik masyarakat Gunungkatun Tanjungan dan Gunung Katun Malai, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terbakar. Akibat peristiwa ini diperkirakan masyarakat rugi miliaran rupiah.

Lahan perkebunan karet tersebut merupakan milik beberapa warga yakni, Rusdi, Tuan Rajo, Edi Pengiran Raja Tunggal, Stan Agung, Stan Sabandar, dan milik Syamsul.

Beruntung masyarakat dua tiyuh tersebut bahu-membahu bergotong-royong memadaman api agar tidak menjalar ke perkebunan milik masyarakat lainnya.

Peristiwa kebakaran lahan ini terjadi Sejak hari Rabu-Kamis malam (12/9). Kebakaran lahan perkebunan tersebut pada jarak sekitar 4 km dari Tiyuh Gunung Katun Tanjungan dan Tiyuh Gunung Katun Malai.

Meski belum mendapatkan rincian secara pasti namun diperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai miliaran rupiah. Karena berdasarkan hitungan masyarakat setempat, satu hektar kebun karet bernilai sekitar Rp160 juta, sehingga jika dikalikan 20 hektar maka kerugian masyarakat mencapai Rp3,2 miliar.

“Bayangkan kalau nilai per hektar karet produktif tersebut sekitar 160 juta rupiah maka jika dikalikan 20 hektar, kerugian masyarakat mencapai 3,2 miliar rupiah,” ungkap Kepalo Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Qodri Azani kepada radarlampung.co.id.

Kodri mengimbau masyarakat baik dari Kecamatan Tulang Bawang udik maupun dari Kecamatan lainnya atau dari daerah Lampung Utara dan Waykanan untuk berhati-hati dalam menyalakan api. Karena, saat kemarau seperti ini puntung rokok pun dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran lahan dan hutan.

“Kalau sudah selesai merokok maka mohon agar puntung nya diinjak hingga apinya mati. Sebab saat ini benar-benar musim kemarau yang yang dapat menyebabkan kebakaran di manapun,” tandasnya. (fei/kyd)



Komentar

Rekomendasi