oleh

DPC PDIP Lamteng Patok Mahar untuk Bacalon Bupati, Segini Besarannya

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung Tengah membuka penjaringan bakal calon bupati-wakil bupati, 13-19 September 2019 pukul 00.00 WIB. Siapa pun yang mampu menjadi pimpinan Lamteng, silakan mendaftarkan dir

“Kita membuka penjaringan balonbup-balonwabup untuk Pilkada 2020 secara terbuka. Silakan mendaftar jika mampu memimpin Lamteng, silakan mendaftar. Hasil penjaringan nanti akan dilaporkan ke DPD dan DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi,” kata Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDIP Lamteng Sumarsono saat konferensi pers sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (12/9).

Ketua DPRD Lamteng ini melanjutkan, siapa pun masyarakat yang ingin memajukan Bumi Jurai Siwo Mego agar bisa ikut penjaringan ini. “Jika ingin memajukan Lamteng, ikutilah proses penjaringan ini. Kita akan kawal tahapan-tahapan sampai pendaftaran di KPU Lamteng,” ujarnya.

Dalam proses pendaftaran, Sumarsono berharap bakal calon bisa datang langsung mengambil berkas pendaftaran. “Kami bukan hanya butuh data, tapi nanti juga ditanya profil bakal calon oleh DPD dan DPP PDIP. Termasuk visi-misinya. Meskipun nanti ada fit and proper test, kami untuk merekomendasikan ke DPD dan DPP PDIP juga harus tahu siapa si bakal calonnya. DPC PDIP Lamteng akan merekomendasikan sesuai keinginan masyarakat. Sebab, yang tahu keinginan masyarakat Lamteng tentu DPC PDIP,” ungkapnya.

Ditanya apakah ada uang administrasi bagi si calon nantinya, Sumarsono menyatakan ini politik. “Tidak ada politik itu yang tak berbiaya. Tentu ada dana gotong-royong. PDIP ini sudah menjadi slogannya gotong-royong. Semua pembiayaan gotong-royong. Jadi kalau nyalon daftar di PDIP dan untuk membantu proses pemenangannya sendiri nggak ada biaya, siapa yang mau bergerak dan bagaimana bisa bergerak? Kami juga ada dana gotong-royong. Nanti tinggal kesepakatannya berapa dan bagaimana?” katanya.

Dalam pendaftaran penjaringan bakal calon bupati-wakil bupati, Sumarsono menyatakan ada biaya. “Biaya pendaftaran bupati Rp20 juta dan wakil bupati Rp15 juta,” ujarnya.

Ditanya bagaimana jika tidak mendapat rekomendasi apakah uang pendaftaran dikembalikan, Sumarsono balik bertanya apakah ada uang pendaftaran dipulangkan lagi.

“Apa ada uang pendaftaran dipulangin lagi? Kan nggak ada. Setelah kesepakatan tersebut, kita sampaikan kembali kepada calon. Itu konsekuensi sebuah perjuangan. Kalau berkorban uang saja nggak mau, apalagi mau mengorbankan untuk seluruh rakyat ini. Untuk apa kalau ngorbanin uang saja nggak sambut. Nonsens,” ujarnya.

Terkait sudah ada beberapa calon yang melakukan komunikasi politik, Sumarsono menyatakan banyak. “Banyaklah. Partai besar ini. Kita punya banyak kader mumpuni di seluruh Lamteng ini. Menggerakkan mudah. Politik ini kader yang bicara. Kita sudah buktikan, PDIP pemenang Pemilu 2019. Kenapa bisa menang, kadernya mumpuni dan di mana-mana. Kita bisa merangkul semuanya,” katanya.

Terkait survei terhadap bakal calon-calon yang muncul, Sumarsono menyatakan bukan untuk dikonsumsi publik. “Kalau pun kami melakukan penjaringan, ini untuk konsumsi internal. Tak perlu dipublikasikan,” ungkapnya.

Sosok calon yang diinginkan PDIP, Sumarsono menyatakan merakyat dan tahu keinginan masyarakat. “Merakyat, tahu keinginan masyarakat, bisa memberikan solusi dan bukan janji, dan mau turun ke bawah. Dengan turun ke bawah, dia bisa mengerti apa keinginan masyarakat Lamteng. Tanpa turun, tak akan tahu keinginan masyarakat. Ini sudah dibuktikan,” tegasnya.

Terakhir, Sumarsono menyatakan bakal calon yang akan direkomendasikan ke DPD dan DPP PDIP cukup dua pasang. “Dua pasang yang akan kita rekomendasikan ke DPD dan DPP PDIP,” tutupnya yang didampingi Sekretaris DPC PDIP Lamteng Agus Hamid dan pengurus partai. (sya/sur)



Komentar

Rekomendasi