oleh

Katanya Dilarang, Faktanya Penambangan Masih Terus Terjadi di Kaki Bukit Sukamenanti

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aktivitas penambangan cukup intens terjadi di kaki Bukit Sukamenanti, yang berada di Gang Harimau 4, Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung.

Lokasi diketahui bersampingan dengan lokasi pembangunan perumahan yang pernah dilarang di belakang Kantor Kecamatan Kedaton. Aktivitas pernambangan batu menggunakan exavator.

Kabid Tata Ruang dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Bandarlampung Erwansyah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah lokasi tersebut masuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau bukan.

“Belum bisa dipastikan apakah itu masuk RTH atau bukan, kita harus cek ke lapangan, kita lihat batasannya,” katanya kepada Radar Lampung, Jumat (13/9).

Selain itu, pengerukan juga terjadi di belakang SMA Bina Mulya Jalan Badak Ujung, menggunakan exavator. Namun, berdasarkan kroscek, Disperkim menyebutkan bahwa lokasi tersebut tidak masuk RTH melainkan wilayah permukiman.

Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam telah menyatakan bahwa Bukit Sukamenanti tidak boleh lagi dikeruk. Ia pun akan memanggil pihak DLH untuk memastikan penghentian aktivitas penambangan di bukit itu.

“Secepatnya (pihak) Dinas Lingkungan Hidup akan saya panggil untuk menghentikan aktivitas pengerukan tersebut,” kata Badri.

Badri sekali lagi memastikan pengerukan Bukit Sukamenanti sudah dilarang. “Secepatnya akan dicek ketentuannya,” ujarnya.

Ya, bukit dan gunung berfungsi sebagai daerah resapan air, paru-paru daerah, dan ruang terbuka hijau. Bukit dan gunung juga merupakan sarana untuk mitigasi bencana alam. Kalau ada tsunami atau bencana alam lainnya, warga bisa naik ke atas bukit atau gunung.

Namun, hampir semua bukit atau gunung di Bandarlampung sekarang sudah tidak aman lagi. Kondisinya terancam habis karena aktivitas pengerukan.



Komentar

Rekomendasi