oleh

Seniman Korban Pemukulan di Underpass Beber Kronologi Aksi Brutal OTD

RADARLAMPUNG.CO.ID – Korban penyerangan Andre Sugiarto (36) warga Kemiling, Bandarlampung mengaku sempat menyerah dan meminta ampun kepada pelaku yang memukulinya saat bekerja di underpass, Rajabasa, Bandarlampung, Minggu (15/9) dinihari.

Andre yang ditemui radarlampung.co.id, di Mapolsekta Kedaton, Minggu (15/9) siang itu menceritakan bagaimana dirinya bisa diserang begitu saja oleh orang-orang yang tidak ia kenal sama sekali.

“Jadi waktu itu kita masih pada konsen finishing gambar, terus saya dengar mobil nerobos masuk numbur pembatas dan alat-alat kita di situ. Teman-teman sudah bilang ga bisa masuk jadi saya datang bilang bang emang ga bisa kalau lewat sini,” ujarnya.

Tak lama berselang, para pelaku saat itu tetap memaksa agar dibukakan jalan dan menatang berkelahi. Para seniman langsung dipukuli secara membabi buta.

“Teman-teman itu dipukul ya kita diserang mau gak mau-mau kita ngelawan ya mba, tapi saya udah bilang gak bisa malah dia ngotot sambil bilang gue anaknya pejabat Polda Lampung sini,” ujarnya.

Alhasil Andre yang secara bertubi-tubi mendapatkan pukulan dari para pelaku berupa besi, papan, juga bambu merasa lemas dan berusaha meminta maaf.

“Udah bang kalau caranya gini saya minta maaf bang, itu saya sudah lemas banget, darah bercucuran di kepala. Saya gak tau salah saya apa, saya itu orangnya gak pernah mau ribut. Rasaya itu seperti saya digebukin masa karena saya maling motor, udah lemes bukan main,” ungkapnya.

Dirinya juga menyesalkan petugas lalulintas yang saat itu bertugas hanya diam melihat dirinya dan teman-temanya dipukuli. “Jadi masa itu cepet banget ramenya, saya lihat dengan jelas ada petugas kepolisian lalulintas dua orang sedang berjaga satu mendekat tapi kok mundur-mundur terus, di situ saya kecewanya, sampai mobil Patroli datang terus nembakin senjata kearah langit baru pada bubar,” bebernya.

Terakhir, Andre mengungkapkan bahwa Pelaku Tri lah yang dinilai sangat ganas yang telah memukul dirinya secara brutal. “Membabi buta, itu papan bambu kita itu dia sabetin ke kepala saya, terus ke tangan temen-temen saya sampai terluka juga. Saya inget banget wajahnya, tatonya inget banget,” pungkasnya. (mel/sur) 



Komentar

Rekomendasi