oleh

Ditemukan Tentara, Akhirnya Orgil Terpasung Dapat Perawatan

radarlampung.co.id – Selama 12 tahun terpasung akibat gangguan jiwa, akhirnya Marmin (39), warga Pekon Srimulyo, Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS), Lampung Barat mulai ditangani. Dinas Sosial setempat membawa lelaki itu untuk dirawat di Bandarlampung.

Selama ini, tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau sejenisnya yang diberikan pemerintah. Meskipun secara ekonomi, keluarga Marmin tergolong tidak mampu.

Kondisi Marmin sebenarnya telah diketahui oleh Puskesmas BNS sejak lama. Hanya saja, persoalan kartu keluarga (KK) membuat ia tidak mendapatkan KIS dan bantuan lainnya. Lantas, anggota Kodim 0422/LB menemukan Marmin saat pra-TMMD di wilayah itu, belum lama ini.

Bupati Lambar Parosil Mabsus mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti warga yang mengalami gangguan jiwa hingga dipasung selama 12 tahun tersebut. Termasuk berkaitan dengan biaya dan kendala seperti tidak adanya kartu jaminan kesehatan dari pemerintah.

”Iya, akan segera ditindaklanjui. Terkait dengan keberadaan warga kita yang sakit (mengalami gangguan jiwa, Red), saya sudah minta kepada bidan-bidan desa untuk bekerja mendata. Jangan sampai keberadaan mereka tidak diketahui. Apalagi kejadiannya sampai seperti itu,” kata Parosil.

Sementara, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Ferry Istanto memastikan Marmin sudah berada di Yayasan Aulia Rahma, Bandarlampung dan mulai mendapatkan penanganan.  Pihaknya juga terus memantau perkembangan lelaki itu.

”Untuk masalah BPJS, itu akan kami urus dokumen pendudukan terlebih dahulu. Sementara ini, biaya (perawatan) ditanggung Dinas Sosia. Biasanya selama delapan bulan ke depan ia akan menjalani perawatan. Selanjutnya observasi lagi,” sebut dia.

Berdasar data yang dihimpun, Marmin sudah menderita gangguan jiwa lebih dari 20 tahun. Namun karena pihak keluarga tidak mampu, Marmin  tidak bisa mendapatkan penanganan maksimal. Hanya dibawa ke ”orang pintar” dan sesekali ke puskesmas.

Karena kondisinya kian parah dan mengganggu keluarga serta lingkungan sekitar, keluarga memutuskan untuk memasung Marmin sejak 2007 silam. Akibatnya, pria yang sempat lulus SD ini lumpuh dan tidak mampu berjalan. (nop/ais)



Komentar

Rekomendasi