oleh

Poltekkes Teliti Gizi Seruit pada Ibu Hamil di Tubaba

radarlampung.co.id – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjungkarang, Lampung melakukan penelitian gizi ibu hamil di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Menariknya, penelitian yang akan berlangsung selama satu bulan ke depan ini menjadikan Seruit, makanan lokal khas Lampung sebagai objeknya dengan melibatkan puluhan ibu hamil sebagai responden dan sejumlah bidan selaku petugas lapangan yang melakukan pendampingan dalam kegiatan penelitian tersebut.

Para responden tersebut berasal dari enam tiyuh yang berada di wilayah bantaran Sungai Waykiri, yakni Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Gunung Katun Malay, Karta, Gedung Ratu, Menggala Mas, dan Panaragan.

Dipilihnya tiyuh pribumi tentu mengingat bahwa seruit atau nyeruit merupakan kebiasaan penduduk pribumi, meskipun saat ini seruit semakin disukai oleh berbagai kalangan.

Kegiatan yang fokus membahas tentang pentingnya asupan gizi seimbang untuk ibu hamil ini berlangsung di Puskesmas Panaragan Jaya, Kecamatan Tuba Tengah, Senin (16/9).

Pembicara dalam penyuluhan ini diantaranya, Dr. Sudarmi, S.ST, M.Kes (Kepala Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang), Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes, AIFO (Dosen FK Unila), dan Bertalina, SKM, M. Kes (Dosen dan Ahli Gizi Poltekkes Tanjung Karang).

Saat ditemui seusai membuka kegiatan penyuluhan tersebut, Direktur Poltekkes Tanjungkarang, Warjidin Aliyanto menyebut bahwa berdasarkan data tahun 2017 sebanyak 26,7 persen ibu hamil di Tubaba mengalami salah satu masalah gizi, yakni Kekurangan Energi Kronik (KEK).

Hal itu pula yang menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penelitian tersebut.”Penelitian ini juga dilakukan seiring dengan isu nasional di bidang kesehatan, salah satunya mengenai gizi ibu hamil,” ungkapnya.

Menurutnya, asupan gizi pada ibu hamil menjadi faktor penting baik untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil ataupun untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

“Jika kekurangan gizi akan berpengaruh pada anak ketika lahir nanti. Makanya, Tubaba yang dilintasi sungai menjadi potensi sumber protein yakni ikan dan jika itu di konsumsi dengan baik tentu tidak akan kekurangan gizi. Jadi, Seruit jangan hanya terong dan timun,” tandasnya. (fei/kyd)



Komentar

Rekomendasi