oleh

Wagub Lampung Optimis RSUDAM Kembali Terakreditasi Paripurna

radarlampung.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia optimis Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali meraih predikat Akreditasi Paripurna dalam penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I 2019.

Bagi Nunik -sapaan Chusnunia- dengan hasil yang bagus  nantinya akan membawa arah positif bagi rumah sakit agar bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berdoa dan berharap agar nanti RSUDAM dapat kembali untuk ditetapkan sebagai rumah sakit terakreditasi paripurna,” kata  Nunik yang turut hadir langsung dalam penilaian SNARS RSUDAM, Senin (16/9).

Nunik melanjutkan, segala cara bahkan diupayakan yang terbaik untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, lanjut Nunik, demi memaksimalkan pelayanan yang prima, RSUDAM sendiri sudah banyak melakukan perbaikan, seperti sarana prasarana dan penambahan perlengkapan.

“Begitu juga pengembangan SDM-nya juga menjadi perhatian, ini menjadi prioritas dalam 33 janji kerja Gubernur dan saya dalam visi Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Disebutkan Nunik, di tahun 2020, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi secara khusus berpesan agar RSUDAM untuk terus diperhatikan dan jika ada kekurangan untuk cepat diusulkan.

“Pak Gubernur telah memberikan perhatian yang luar biasa untuk RSUDAM. Ini juga karena melihat kinerja dari teman-teman di rumah sakit ini, ketika ada persoalan pun baik eksternal maupun internal juga responsif,” tandas Nunik.

Sementara itu, Direktur Utama RSUDAM Hery Djoko Subandriyo mengatakan RSUDAM sendiri telah memperoleh predikat Akreditasi Paripurna di tahun 2016 dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2019. “Untuk itu, RSUDAM akan dinilai kembali dan sudah dijadwalkan mulai tanggal 16 hingga 20 September 2019,” ujarnya.

Hery menyampaikan dalam pelaksanaan penilaian akreditasi rumah sakit SNARS Edisi I ini nantinya meliputi, standar pelayanan yang berfokus pada pasien, standar manajemen rumah sakit dan sasaran keselamatan pasien.

“Yang masuk dalam penilaian juga yaitu mengenai program nasional dan integrasi pendidikan kesehatan didalam pelayanan di rumah sakit,” pungkasnua. (rma/rls/kyd)



Baca :   OTT Inspektorat, Arinal: Itu Diperintah atau Sudah jadi Budaya

Komentar

Rekomendasi