oleh

Ingat, Kampus UML adalah Arena Dakwah

radarlampung.co.id- Universitas Muhammadiyah Lampung kenalkan Program pengenalan kampus dan masa ta’aruf mahasiswa kepada mahasiswa baru (maba) UML tahun ajaran 2019/2020.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Lampung Marzuki Noor mengatakan, kampus UML merupakan arena dakwah untuk masyarakat mahasiswa. Sebagai arena dakwah, maka matra dakwah tentang menggerakkan islam, gerakan islam pada kompok mahasiswa. Islam yang bergerak dimulai dari pengenalan tentang islam, pemahaman tentang islam, dan saling tolong menolong, saling menjaga dalam islam. “Dan itu bisa didapat mahasiswa di masa ta’aruf ini,” ucap Marzuki, Selasa (17/9).

Marzuki menuturkan, ada empat tantangan yang harus dihadapi di abad 21. Yakni mahasiswa harus mengenali karakter, karakter merupakan akhlak yang berkaitan dengan perilaku, tindakan yang dilandaskan oleh sunah rasul. Oleh sebab itu, di dalam pembelajaran di UML, terdapat pendidikan penguatan karakter bagi mahasiswa.

“Kemudian, karakter yang berlandaskan adat. Kemudian, ada sekitar 18 indikator diantaranya religius, jujur. Jujur itu, mahasiswa boleh salah, tapi tidak boleh bohong,” ungkapnya.

Rektor UML Dr Dalman mengatakan, UML telah mendeklarasikan menjadi entrepreneur kampus, kampusnya pengusaha. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, bahwa akan menjadi kampus yang unggul dalam Iptek, berwawasan global, berjiwa entrepreneur berdasarkan nilai-nilai keislaman.

“Oleh sebab itu, anda kami akan kami didik, kami latih untuk menjadi seorang entrepreneur selain anda memamg menjadi apa yang sesuai dengan impian anda dilihat dari prodi yang diambil. Tetapi anda lulus dari UML tidak mengaggur,” katanya.

Dalman mengungkapkan, seorang mahasiswa harus memiliki empat pilar pendidikan, yaitu harus menguasai ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah, ataupun dari media. Kemudian, harus menerapkan ilmu yang diperoleh dengan melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan karya.

“Lalu, harus mampu bekerjasama, mampu bertoleransi dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar kita. Kita tidak bisa hidup sendiri. Dan, seorang mahasiswa harus memiliki identitas sendiri, karakter sendiri, saudara betul-betul memiliki nilai religius dan bertanggungjawab. Dan ini sangat diharuskan, apalagi hidup di zaman milenial, tetapi harus percaya diri,” katanya. (rur/wdi)

 



Komentar

Rekomendasi