oleh

Puslabfor Ikut Tangani Kebakaran Gudang BBM Ilegal di Bukit Kemuning, Polisi Selidiki Gudang Penyimpanan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mengenai kebakaran gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) milik warga di dusun Kebun Rambutan, Kelurahan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), yang ludes dilalap api sekitar pukul 15.45 WIB, Senin (16/9) kemarin.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, saat ini tim sedang bekerja melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran yang diduga gudang BBM ilegal.

“Dan tentunya penyelidikan itu turut melibatkan tim dari Puslabfor untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut,” ujar mantan abang-none DKI Jakarta ini, Selasa (17/9).

Artinya, pihaknya belum bisa membeberkan mengenai penyebab kebakaran tersebut. “Untuk penyebab kebakaran itu kan baru kejadian kemarin. Artinya pihak kepolisian masih perlu waktu untuk menyelidikinya. Dan waktu itulah apakah ini benar-benar penyebabnya dari kelalaian, korsleting listrik. Dan maka itu diterjunkanlah Puslabfor Mabes Polri. Artinya mekanisme dan SOP nya seperti itu,” ungkapnya.

Dan ditanya apakah nantinya ada penetapan tersangka mengenai penyimpanan BBM ilegal itu, Pandra sapaan akrabnya pun belum bisa mejelaskan secara detil.

“Ya nanti disitu akan ada UU tentang terkait penyimpanan gudang BBM ilegal, nanti ada SOP nya dan ada Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang turun. Ini tentunya berdasarkan penyidikan lebih dulu dari Satreskrim Polres Lampura,” ungkpanya.

Informasi yang dihimpun oleh radarlampung.co.id, gudang penimbunan BBM ilegal yang terbakar pada Senin (16/9) itu diketahui milik seorang warga berinisial ZU. Yang dimana gudang tersebut telah lama melakukan aktifitas penimbunan.

“Oleh karena itu warga sekitar berharap atas kejadian (kebakaran, red) ini aparat berwenang mindaklanjuti terkait aktifitas ilegal. Karena memang hal ini sudah lama terjadi dan belum ada tindaklanjutnya terhadp aktifitas tersebut,” ujar salah satu sumber radarlampung.co.id, yang namanya enggan disebutkan.

Sebelumnya memang, warga pun telah melapor pada pihak berwenang seperti pihak kepolisian dan camat setempat. Akan tetapi hingga peristiwa ini terjadi bel ada tindakan. “Karena warga mencurigai adanya salah satu bekingan aparat yang berwenang. Tidak hanya itu aparat oknum Polsek wilayah disana pun sering terlihat nongkrong disana. Bahkan saat kebakaran itu terjadi ada dua kendaraan coltdiesel sedang melakukan bongkar muat BBM ilegal,” tandasnya. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi