oleh

Duh, Kualitas Beras BPNT Dikeluhkan

radarlampung.co.id. – Ratusan orang ngelurug Pemkab Lampung Tengah, Rabu (18/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Para pengunjuk rasa meminta PT Mubarokah Makmur Jaya disetop menjadi penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Selain itu, Pemkab Lamteng juga diminta mengusut penyelewengan aliran dana BPNT serta meminta otak penyelewengan BPNT diperiksa dan diadili. “Kualitas beras BPNT buruk. Tidak layak konsumsi. Kami minta Bapak Bupati menginvestigasi,” pekik pengunjuk rasa.

Terkait hal ini, PT Mubarokah Jaya Makmur selaku penyalur BPNT angkat bicara. “Selama ini komplain terkait kualitas beras yang kami salurkan tidak ada komplain. Kami menilai ini persaingan dagang. Ada kecemburuan sosial. Persaingan ini tidak sehat,” kata Aminudin, Humas PT Mubarokah Jaya Makmur.

Aminudin menyatakan PT Mubarokah Jaya Makmur sebagai suplaier mandiri. “Kami mandiri pakai modal sendiri. Nggak ada subsidi dari pemerintah. Tidak ada komitmen maupun paksaan,” ujarnya.

Masyarakat keluarga penerima manfaat, kata Aminudin, mendapat jatah Rp110 ribu per bulan. “Kita berikan beras kualitas premium 8 kg dan 6 butir telur. Kita mengutamakan kualitas beras. Sebab, sekarang dikelola suplier dan bukan acuan beras dari gudang Bulog. Dengan dana segitu sudah sinkron. Kita juga tak minta dana transportasi. Begitu juga kalau telur ada yang pecah, kami tidak minta ganti. Jika memang menerima beras kualitas buruk dari e- Waroeng segera laporkan atau jangan diterima,” ujarnya.

PT Mubarokah Makmur Jaya, kata Aminudin, juga tidak menggudangkan beras. “Kita tak menggudangkan beras. Langsung dari pabrik beras di-packing. Pabrik juga kita bina untuk menghasilkan kualitas beras yang baik,” tegasnya. (sya/wdi)



Komentar

Rekomendasi