oleh

Tolong Eksa! Balita Penderita Atresia Bilier, tak Punya Biaya untuk Berobat

radarlampung.co.id – Biaya. Ini menjadi hambatan pasangan Muhammad Jaka Sanjaya (31) dan Eka Astuti (30) mengobati buah hati mereka. Sang anak, Eksa Sastia (7 bulan), didiagnosa menderita atresia bilier. Ini adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi

Menurut Eka Astuti, ia mulai melihat ada yang tidak beres pada tubuh anak ketiganya saat berusia empat bulan. Saat itu muncul penyakit seperti cacar yang berisi nanah. Warna kulit Eksa juga berubah. Terlebih ketika ia menangis.

”Awalnya, ada gejala kayak penyakit cacar. Tapi keluar nanah. Pas cek darah di puskesmas, katanya bagus. Hanya perlu banyak berjemur saja. Tapi setiap tidur kayak orang senep (begah, Red) dan selalu menangis. Perutnya juga keras dan susah makan,” kata Eka saat ditemui dikediamannya di Jalan Pangeran Antasarai Gang Toyib, RT.02/LK. 1, Kedamaian Bandarlampung, Kamis (19/9).

Eka menuturkan, meski telah dijemur pada pagi hari, warna kulit Eksa tidak juga berubah. ”Kulitnya menguning. Bahkan, kalau Eksa nangis, kulitnya berubah hijau kebiruan. Pertama di pipi. Lama-lama menjalar ke mata dan seluruh badan,” sebut dia.

Bayi ini kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit. Di antaranya RSUD A Dadi Tjokro Dipo. Hasilnya, dokter menyatakan ada penyumbatan dan harus dirujuk RSUDAM dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM).

”Karena waktu itu dokternya nggak ada, jadi kita ke (RS) Graha Husada. Kemudian ke RS Imanuel. Terakhir ke Abdul Moeloek. Saat itulah dokter menyarankan Eksa dirujuk ke RS Cipto (Mangunkusumo),” urainya.



Komentar

Rekomendasi