oleh

Winarti Minta Seluruh Sektor Berbenah Agar Tulangbawang Menjadi KLA

RADARLAMPUNG.CO.ID – Anak adalah bagian tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tulangbawang Winarti saat membuka acara penguatan Klaster III dan Klaster IV, Kelana dan Dekela, khusus kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tulangbawang, di Rupatama Mal Pelayanan Publik (MPP) Tiuh Tohou, Kamis (26/9).

Penguatan Klaster III sendiri meliputi kesehatan dasar dan kesejahteraan, sementara klaster IV meliputi pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

Winarti menerangkan, setiap anak perlu mendapat kesempatan yang luas untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Baca :   Lantik 61 Anggota BPK, Winarti: Koreksi Cara Kerja Kakam, Kawal Program Pembangunan!

“Anak layak mendapatkan hak-hak dasar mereka. Pemerintah, komunitas, sekolah, dan keluarga wajib mengupayakan ruang-ruang terbaik bagi pemenuhan hak-hak dasar ini,” kata Winarti saat memberikan sambutan.

Mantan ketua DPRD Tulangbawang itu mengungkapkan, menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan salah satu tujuan besar pembangunan dan didambakan oleh masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan rencana International Indonesia yang memiliki visi serupa, yakni sebuah dunia yang memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak dan perempuan.

Untuk mewujudkan kabupaten layak anak di Tulangbawang, Winarti mengharapkan seluruh sektor berbenah agar cita-cita menjadi KLA tercapai.

Baca :   Lantik 61 Anggota BPK, Winarti: Koreksi Cara Kerja Kakam, Kawal Program Pembangunan!

“Semua sektor ini harus berbenah, untuk menjadikan Tulangbawang sebagai kabupaten layak anak, juga mempromosikan Tulangbawang agar kita bisa lebih dikenal, dan memunculkan ciri khas kita,” pesannya.

Menurutnya, tidak ada gunanya Kabupaten Tulangbawang meraih juara atau penghargaan jika berasal dari hasil pinjam daerah lain.

“Saya tidak bangga bila kita mendapat penghargaan tetapi bukan asli produk kita,” tegasnya.

“Saya bangga bila kita bisa keluar dengan membawa ciri khas Tulangbawang. Kita harus dukung supaya Tulangbawang kita menjadi kabupaten yang layak anak, demi memberikan jaminan yang berkualitas bagi generasi penerus kita,” tandasnya. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi