oleh

Pakai Teknik Mekanikal, Pembangunan IPLT TPA Bakung Dimulai 2020

radarlampung.co.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung mulai dibangun Tahun 2020.

Itu setelah usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk pengoptimalisasian IPLT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah membenenarkan kabar tersebut. Namun, untuk desain dan detail bangunan nantinya sepenuhnya pihak Kementerian yang mengatur, karena menang dananya bersumber dari APBN.

“Kalau usulan ini, Alhamdulillah sudah disetujui. Insya Allah pembangunannya dimulai tahun depan (2020). Kita tidak meminta dana, tapi kita minta diperbaiki. Pihak Kementerian PU yang mengerjakan,” ungkapnya kepada Radarlampung.co.id melalui WhatsApp, Minggu (29/9).

Menurutnya, untuk anggaran pastinya dirinya tidak mengetahui. Namun, pembangunan IPLT Sistem Teknik Mekanikal tidak dilakukan di lokasi lain, alias akan dibangun di TPA Bakung.

“Di Bakung itulah. Bangunan lama akan dioptimalisasi, dibongkar, dan dibuat desain baru dengan teknis mekanikal,” jelasnya.

Ketika Radar Lampung mengunjungi lokasi beberapa minggu yang lalu, berdasarkan keterangan pekerja yang sering memungut sampah di lokasi membenarkan bahwa pembuangan limbah tinja tidak pernah lagi dibuang di bak-bak penampungan tinja. Malah, dibuang di lubang galian di lahan pembuangan sampah.

Terkait hal itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Bandarlampung Muhamad Husein tak membantah hal tersebut. Namun, ia mengaku telah menyurati pihak rekanan, agar tidak membuang tinja di bak penampung lama yang telah ditutupi sampah.

“Sudah kita suruh ke atas (bak penampungan IPLT, red). Yang di bawah itu cuma darurat. Makanya yang di bawah itu dulu memang ada baknya juga, tapi sekarang baknya itu sudah tertimbun sampah. Tapi mereka tahu kalau alirannya ke situ,” katanya kepada Radar Lampung via telepon, Minggu (29/9).

“Gara-gara itu (sering buang di lubang sampah, red). Kita sudah suruh minta untuk tidak boleh buang di situ. Tindak lanjutnya kita sudah jelaskan ke mitra supaya mereka buang ke atas,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahawa tugas mengurus limbah tinja saat ini baru di serahkan ke PD Kebersihan, selama enam bulan ini pihaknya baru berencana akan membuat business plan jangka waktu lima tahun untuk pengelolaan limbah.

“Kita kan baru enam bulan, jadi baru belajar. Kita baru mau ajukan untuk buat business plan untuk jangka lima tahun, tapi kan belum setujui untuk pembuatan business plannya, ini kan bica terkait anggaran juga, karena akan melibatkan konsultan untuk melakukan kajiannya,” tandasnya. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi