oleh

Bantah jadi Buron, Terdakwa Korupsi Bantuan Siswa : Saya Sakit Dijenguk Kasipidsus

radarlampung.co.id-Kasus korupsi pengadaan bantuan perlengkapan siswa miskin Dinas Pendidikan Lampung dengan terdakwa Reza Pahlevi (46) masuk babak baru. Pihak Reza Pahlevi melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas kasus tersebut. Dalam kasus ini, Reza telah divonis pidana 5 tahun. Dan pada selasa (2/10), sidang PK digelar di PN Kelas IA Bandarlampung.

Kepada wartawan usai sidang, Reza menyatakan, dirinya tidak merasa sebagai buron. Dan dirinya juga belum pernah dipanggil oleh kejaksaan. Selama beberapa bulan belakangan, lanjut Reza, dirinya menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

“Perlu saya tambahkan sedikit mengenai pemberitaan yang minggu lalu terkait kejaksaan menetapkan saya buron. Saya lucu mendengar hal itu. Karena saya tidak merasa buron dan saya juga belum pernah dipanggil oleh kejaksaan untuk hadir dalam menyerahkan diri dan apapun itu. Tapi saya dinyatakana buron, itu saya merasa keberatan,” ujar Reza usai ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (2/10).

Reza menyebut dirinya dirawat pada Bulan Maret. Dan memang pada saat itu Kasipidsus dan Kasi Intel Kejari Bandarlampung datang ke RSPAD untuk menjenguk. “Jadi itu kira-kira sekitar 6 bulan lalu. Kemudian kondisi saya masih sakit sampai sekarang,” jelasnya.

Lalu ia juga membantah apabila terkait di eksekusi dan dijelaskan bahwa kesehatannya membaik itu juga tidak benar. Ia menjelaskan lagi bahwa disaat akan dieksekusi itu ia dalam keadaan sakit.

“Saya itu keadaannya sedang dipasang ring didalam salah satu organ tubuh saya. Bahwa saya ini ada penyumbatan di jantung. Tapi ternyata saya langsung dibawa kesini dan diperiksa oleh Kejari Bandarlampung. Yang dimana dokternya merupakan bukan dari rumah sakit dan hanya dari apotik,” katanya.

Menurutnya, setelah diperiksa 10 menit dirinya dinyatakan sehat dan dibawa ke Lapas. “Itupun saya katanya diperiksa juga oleh dokter di lapas. Ternyata saya sampai lapas tidak ada dokternya tidak diperiksa langsung saya disiapkan ke kamar lapas. Kemudian beberapa hari baru saya diperiksa,” tandasnya. (ang/wdi)



Komentar

Rekomendasi