oleh

Kasus Kematian Mahasiswa Unila, Penyidik Sudah Periksa 8 Saksi

radarlampung.co.id-Mahasiswa Sosiologi Universitas Lampung Aga Trias Tahta meninggal dunia saat mengikuti diksar UKM Cakrawala Unila di Padang Cermin, Pesawaran. Sementara, dua peserta diksar lainnya dirawat di rumahsakit usai diksar. Keduanya yakni Muhammad Aldi Darmanto dan Frans Salsa Romando.   

Terkait peristiwa ini, penyidik Polres Pesawaran telah memeriksa delapan saksi. Hal itu dikatakan oleh Kapolres Pesawaran AKPB Popon Ardianto Sunggoro saat ditemui di Polda Lampung, Rabu (2/10). Dia menyebutkan pemeriksaan itu terdiri dari tiga korban dan lima peserta.

“Dan direncanakan sekarang atau besok (Kamis, red) kemungkinan penyidik melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus ini ke penyidikan setelah itu akan kita dalami lebih lanjut lagi,” ujarnya, Rabu (2/10).

Popon -sapaan akrabnya- menyebutkan, untuk saat ini pihaknya juga belum bisa menjelaskan penyebab dari kematian mahasiswa Sosilogi angkatan 2019 itu.

“Karena belum bisa memastikan, kenapa meninggalnya, visum belum bisa kita paparkan. Visum yang didapat dari dokternya bukan dari kami, kalau lebam dan memar, di pipi tapi bukan yang meninggal, dan sudah dibawa ke rumah sakit, yang jelas visum untuk yang meninggal belum ada,” jelasnya.

Sebelumnya, panitia menyatakan telah menjalankan Pendidikan Dasar (Diksar) di Desa Cikoak Kabupaten Pesawaran sesuai dengan standar operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Termasuk penanganan medis saat ada peserta yang sakit.

Menurut Ferdiansyah, alumni yang mewakili panitia, diksar Cakrawala merupakan agenda rutin tahunan dan sistem pendidikannya juga sudah standar sesuai dengan SOP.

Karena itu, sambungnya, terkait peserta Diksar Aga Trias Tahta yang sempat terjatuh dua kali pada Kamis (26/9) dan Minggu (30/9) diduga kuat karena faktor kelelahan.

“Saat jatuh yang pertama sudah ada upaya penanganan medis dari panitia. Kemudian, saat persiapan pelantikan padaMiinggu pagi, korban jatuh lagi dan oleh panitia dievakuasi ke pemukiman warga. Setelah itu dibawa ke rumah sakit,” terang Ferdiansyah, Senin (30/9).

Sementara, salah satu panitia Diksar UKM Cakrawala Syntia Claudia mengatakan, target dari diksar tersebut agar para peserta mempunyai mental dan fisik yang kuat.

“Uji fisik seperti push up, sit up, ya standarlah. Jadi menguji mental dan fisik, misalkan mau ke gunung kita sudah siap,” tambahnya.

Pihak dekanat Unila sendiri telah mengeluarkan pernyataan terkait kematian Aga Trias Tahta, salah satu peserta diksar. Melalui pernyataan tertulis yang ditanda tangani Dekan Fisip Unila Dr. Syarif Makhya, Senin (1/10), ada enam poin yang disampaikan pihak dekanat. Diantaranya, pihak dekanat menyatakan berduka cita atas peristiwa yang menimpa Aga. Pihak dekanat juga menyatakan bertanggungjawab dan meminta maaf kepada orang tua dan pihak keluarga. (ang/wdi)

Komentar

Rekomendasi