oleh

Sidang PK Kasus Korupsi Bantuan Siswa Miskin, Saksi Ngaku Dintimidasi Jaksa

radarlampung.co.id-Kasus korupsi pengadaan bantuan perlengkapan siswa miskin Dinas Pendidikan Lampung dengan terdakwa Reza Pahlevi (46) masuk babak baru. Ya, pihak Reza Pahlevi melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas kasus tersebut. Dalam kasus ini, Reza telah divonis pidana 5 tahun. Dan pada selasa (2/10), sidang PK digelar di PN Kelas IA Bandarlampung.

Dalam sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim Novian Saputra itu, kuasa hukum Reza Pahlevi yakni Robert menghadirkan dua saksi. Saksi Novum bernama Mediansyah dan saksi ahli Eva Azani Ulfa dari Universitas Indonesia, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Bandarlampung, Selasa (2/10).

Salah satu novum yakni Mediansyah pertama kali dimintai keterangan terkait dirinya apakah kenal atau tidak dengan Reza Pahlevi. Hal itu Robert kuasa hukum terdakwa Reza menanyakan hal itu kedirinya.

“Kenal dengan Reza?, Apakah anda ada hubungan keluarga, dan bisa anda terangkan hubungan saksi ini dengan Reza seperti apa,” tanya Robert kepada Mediansyah.

Lalu saksi Mediansyah pun menyebutkan bahwa dirinya kenal dengan Reza. Dan juga merupakan mantan karyawan Reza saat ia masih bekerja di perusahaan milik Reza. “Saya mulai bekerja dengan Reza pada tahun 2015. Saya mengundurkan diri waktu itu per 1 Desember 2016 lalu,” jelasnya.

Mendengar jawaban itu, Robert pun bertanya lagi apakah dirinya juga mengenal dengan Azuari (karyawan Reza Pahlevi, red). “Kenal tidak dengan Azuari ini, hubungan anda dengan Azuari ini apa,” tanya Robert.

“Kalau dia (Azuari, red) saya kenal dia teman satu kerja saya dulu, jadi bukan sama dia saja. Dengan Office Boy pun saya juga kenal dan dekat, Azuari juga dekat dengan saya seperti kalau istirahat kerja merokok bareng dan makan. Tugas pokok dari Azuari ini diperusahaan itu sebagai seorang admin termasuk mengurusi mengenai lelang proyek dan urusan lain,” sambungnya.

Robert pun bertanya lagi dengan Mediansyah apakah dirinya pernah diceritakan mengenai kasus yang dialami oleh Reza Pahlevi di tahun 2016 lalu.

“Ya dulu dia pernah cerita saat kami bertemu di salah satu pusat perbelanjaan. Waktu itu Azuari cerita dengan saya bahwa dirinya saat itu pernah juga diperiksa oleh pihak kejaksaan mengenai kasus yang menjerat Reza. Dia merasa tertekan saat dimintai keterangan oleh penyidik dari kejaksaan waktu itu,” katanya.

Mendengar cerita dari Azuari itu, Mediansyah pun bertanya yang dimaksud dengan tertekan itu seperti apa. Lalu Azuari pun bercerita bahwa jaksa itu mengarahkan jawaban dan keterangannya sesuai apa yang dimau oleh jaksa itu.

“Didalam pemeriksaan dia merasa tertekan kemauan jaksa untuk mengisi BAP itu pertanyaan diarahkan itu kata dia, dia bilang kepada saya bahwa apabila tidak mengikuti kemauan jaksa dalam pemeriksaan itu dia akan dipenjara,” ungkapnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Maulana pun bertanya, apakah Meldiansyah tahu Reza ini diperiksa dimana. “Tahu tidak anda ini kalau Reza itu diperiksa dimana,” tanya jaksa.

Lalu Meldiansyah pun menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui hal itu dikarenakan Azuari tidak memberitahunya. “Ya saya kurang tahu,” singkatnya.

Mendengar hal itu, jaksa pun menjelaskan Reza diperiksa di gedung bundar Kejaksaan Agung RI. “Saya sebagai penyidik yang melakukan pemeriksaan itu. Namun, saya mengaku tidak ada terkait intimidasi itu,” tandasnya. (ang/wdi)

Baca :   Korupsi Dana APB, Mantan Kakon Ini Dituntut Kurungan Penjara 6 Tahun 6 Bulan

Komentar

Rekomendasi