oleh

Tolong ! Kebakaran Lahan di Wilayah Bukit Kemuning Makin Meluas

radarlampung.co.id –Kebakaran hutan dan lahan melanda register 34 Gunung Abung, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Kebakaran tersebut sudah terjadi 4 hari belakangan. Hal ini membuat warga khawatir kebakaran berdampak pada kehidupan mereka.

Kekhawatiran ini diungkap Kepala Desa Dwi Kora Muhammad Taslim kepada Radar Lampung Jumat (4/10) via ponselnya.

Ia mengungkapkan, Karhutla yang terjadi sejak 1 oktober 2019 tiap harinya semakin bertambah parah. “Perkiraan saya sudah 30 hektar lahan yang terbakar kalau dibiarkan bisa ratusan hektar jadi korban,”, ujarnya.

Menurutnya Kepanikan ini juga disebabkan kekhawatiran dari warga dan kelompok tani karena lahan daerah yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga kemungkinan besar akan semakin meluas.

“Warga takut dengan habisnya pepohonan akan menyebabkan longsor dan menimpa rumah warga, dan jika terus meluas banyak perkebunan kopi milik kelompok tani akan habis serta dengan kebakaran ini mereka takut hewan liar akan turun ke daerah pemukiman”, ujarnya.

Selain itu ia berpendapat lahan tersebut merupakan habitat dari banyak hewan yang dilindungi, serta ada bangunan peninggalan jepang yang bisa rusak karena kejadian ini.

“Rusa, Kijang masih banyak di lahan ini, warga juga kabarnya sering melihat beruang serta harimau sumatera kalo dibiarkan gimana nasibnya”, katanya.

Ia menambahkan,menurutnya Pihak kepolisian sudah meninjau lokasi tapi sampai saat ini tidak ada tindakan untuk penanganan karhutla. sedangkan dari BPBD setempat kesulitan membawa peralatan untuk memadamkan ketitik lokasi.

“Titik kebakaran baru bisa di jangkau setelah berkendara dengan sepeda motor 1 jam dari desa dwikora lalu harus jalan kaki selama 2 jam “, ujarnya.

Dirinya juga sudah melapor ke Pemda dan mendapat jawaban bahwa kejadian ini akan ditanggulangi secepatnya dan dilaporkan ke bupati.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD provinsi lampung AGP Madiono kepada wartawan mengatakan, dirinya belum tahu adanya karhutla di Bukit Kemuning. Dirinya justru mengarahkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. “Baiknya tanyakan saja ke Dinas Kehutanan”, ujarnya.(cw1/wdi)

Komentar

Rekomendasi