oleh

Jaring Aspirasi, Relawan Rycko Merasa Diteror

radarlampung.co.id – Tim relawan bakal calon (balon) wali kota Bandarlampung Rycko Menoza SZP merasa diteror saat melakukan survei ke masyarakat. Salah satu tim perempuan bahkan diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Ketua tim advokasi Rycko Menoza, Abi Hasan Muan mengatakan bahwa pada Kamis (3/10), relawan bertugas ke kawasan Pesawahan, Telukbetung. Mereka berdialog dan melakukan tanya jawab dengan warga untuk melihat tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

“Kemudian tiba-tiba ada penolakan dari RT sekitar pukul 13.30 WIB. Ketua RT minta tinggalkan tempat dan menarik tangan relawan perempuan, menginterogasi, dan mengumpulkan warga untuk mengusir agar relawan tidak melakukan survei,” kata Abi Hasan ketika menggelar konferensi pers di kawasan Pahoman, Bandarlampung, Senin (7/10).

Padahal, lanjut Abi, tidak ada pelanggaran peraturan atau hukum dalam tugas relawan. Di mana, relawan melakukan kegiatan jaring aspirasi untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap sosok pemimpin kota ke depan. Dari hasil survei tersebut, maka Rycko dapat mempersiapkan diri untuk pencalonan diri sebagai wali kota.

Menurut Abi, kejadian tersebut tentu menciderai nilai etika kesopanan dalam negara demokrasi. Tim advokasi mengecam peristiwa tersebut dan tidak segan mengambil langkah hukum terhadap insiden yang menimpa para relawan.(dna/kyd)

Baca :   KPU Anulir Ribuan Dukungan Caden

Komentar

Rekomendasi