oleh

Dapat Penghargaan Itera, Ini Komentar Dubes Indonesia untuk Kroasia

radarlampung.co.id – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kroasia Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP mendapat penghargaan sebagai salah tokoh penting dalam sejarah berdirinya Institut Teknologi Sumatera (Itera) di kawasan Kotabaru, Provinsi Lampung.

Pemberian penghargaan tersebut membuat mantan Gubernur Lampung dua periode ini kembali membuka sejarah bagaimana Provinsi Lampung bisa memiliki institut terbesar di Pulau Sumatera.

Sjachroedin menceritakan, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berencana membangun dua institut teknologi di dua pulau, yakni Kalimantan dan Sumatera. Maka tim survei pun turun untuk mencari wilayah yang tepat untuk pendirian.

Sejumlah provinsi di Sumatera bersaing untuk mendapatkannya, salah satunya Palembang. Namun Lampung yang terpilih karena dinilai wilayah paling strategis untuk pendirian Itera.

Saat itu, lanjutnya, sebenarnya Lampung tidak memiliki lahan seluas 350 hektare sesuai kebutuhan pendirian Itera, namun lahan karet milik PTPN VII diakui milik Pemprov Lampung meskipun belum ada negosiasi.

Kemudian, saat itu dirinya memerintahkan Plt.!Sekda Provinsi Lampung Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung saat ini) untuk melakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak seperti PTPN VII selaku pemilik lahan, termasuk Pemkab Lampung Selatan yang saat itu bupatinya Rycko Menoza SZP sebagai pemilik wilayah.

“Sampaikan salam saya, negara membutuhkan tanah itu. Bilang dengan PTPN anda tahu seperti apa Pak Sjachroedin, boleh tidak boleh tanah itu akan disikat untuk membangun Itera,” kata Sjachroedin saat memberikan perintah pada Arinal Djunaidi untuk menemui pihak PTPN VII saat itu.

Akhirnya, pihak PTPN memberikan lahan tersebut untuk dimulainya pembangunan Itera meskipun dalam prosesnya sempat terhenti karena pengurusan administrasinya belum beres.

“Saat jalan sepertiganya pembangunan dihentikan oleh tim dari pusat karena administrasinya belum beres, namun setelah beres dilanjutkan kembali sampai saat ini,” ujar Sjachroedin.

Pada intinya, pesan Sjachroedin, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan untuk melakukan teroboson demi kemajuan masyarakat, karena meskipun Itera mulai dibangun pengurusan administrasinya juga berjalan. Pembangunan rampung perizinan juga sudah beres.

“Saya tidak takut, selama tidak melanggar hukum, tidak ada pihak yang dirugikan dan demi kepentingan masyarakat bangsa dan negara sikat-sikat saja,” tegas jenderal bintang tiga ini.

Dampak pembangunan Itera, kata dia, bisa dirasakan saat ini dengan peningkatan sektor perekonomian masyarakat apalagi didukung dengan kemudahan akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sesuai dengan cita-cita yang dirintisnya saat menjadi Gubernur Lampung.

Hal ini sama dengan proses pembangunan Menara Siger di Bakauheni yang berada di lahan milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yang saat ini pembangunannya dapat dinikmati masyarakat. Selain sebagai tempat tujuan wisata juga ikon provinsi Lampung.

“Orang dari Pulai Jawa ke Sumatera yang dilihat pertama kali adalah Menara Siger,” kata Sjachroedin.

Sjachroedin juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Itera atas penghargaan yang diberikan kepadanya karena telah dianggap sebagai salah satu orang yang berjasa dalam pendirian kampus tersebut.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Kroasia Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP diwakili putra sulungnya Rycko Menoza SZP menerima penghargaan dari Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Rektor Itera Prof. Ofyar Z. Tamin Ph.D mengatakan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tokoh yang berjasa dalam dedikasinya untuk pendirian Institut Teknologi Sumatera di Kota Baru.

“Semoga segala upaya dan jasa yang telah diberikan senantiasa akan memberikan dampak luas untuk peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan dan teknologi di Indonesia,” kata Ofyar saat memberikan sambutan di Sidang Terbuka Dies Natalis Kelima Lustrum Perdana di Gedung Institut Teknologi Sumatera, Senin (7/10). (Rls/dna/kyd)



Baca :   Pertama dari Indonesia, Itera jadi Anggota Liga Kampus Kota Pelabuhan Dunia

Komentar

Rekomendasi