oleh

Ada Jihad Sanitasi dan Shalawat STBM di Pringsewu

radarlampung.co.id – Peran ulama sangat besar dalam mengajak umat berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga Pringsewu bisa menjadi Kabupaten ODF. Ini juga yang memunculkan istilah Jihad Sanitasi dan Shalawat STBM.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pringsewu Sujadi di hadapan sejumlah wartawan provinsi dan ibukota dalam fieldtrip jurnalistik yang digelar Yayasan Konservasi Way Seputih  (YKWS) dan SNV, Rabu (9/10).

Menurut Sujadi, keberhasilan ini juga merupakan hasil  kerjasama yang sinergis di antara semua pihak. Mulai dari pemkab, DPRD dan Forkopimda serta instansi lain. Sebab, sanitasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Namun juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Baca :   Lantik Rektor Sekaligus Launching Universitas Muhammadiyah Pringsewu

“Pemkab Pringsewu juga mengeluarkan regulasi tentang percepatan universal access dengan sebuah strategi. Yakni merubah pola piker dari program menjadi sebuah gerakan,” sebut dia.

Untuk itu, pemkab mengeluarkan kebijakan Satuan Tugas Gerakan Bersama Rakyat Pringsewu ODF atau Satgas Gebrak ODF dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari kepolisian, TNI, sejumlah OPD, ulama dan tokoh agama serta unsur lainnya. Bertindak sebagai Ketua Satgas adalah Wakil bupati Fauzi.

Baca :   Lewati Track Ekstrem Sambil Menikmati Keindahan Pringsewu

Sementara, kegiatan tersebut dihadiri camat se-Pringsewu, Ketua MUI Pringsewu KH. Hambali beserta tokoh agama lainnya, Kepala Pekon Rejosari Mispan, serta para kader dan penggiat STBM.

Fieldtrip digelar dalam rangka mendorong peran jurnalis untuk lebih giat mengangkat isu sanitasi. Diawali dengan kunjungan ke Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo guna melihat dari dekat kondisi sanitasi di pekon tersebut. Rombongan dipimpin Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati dan Bambang Pujiatmoko dari SNV. (rls/sag/ais)



Komentar

Rekomendasi