oleh

Bertaruh Nyawa, Anak-anak Ini Seberangi Sungai dengan Perahu Seadanya Demi Bersekolah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Demi bisa mengenyam pendidikan, puluhan anak Desa Sungai Ceper dan Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), harus berjuang menyeberangi sungai Mesuji, dengan arus yang cukup deras.

Mereka menyeberangi sungai kala berangkat dan pulang sekolah. Ya, itu rutin mereka lakukan nyaris setiap hari.

Jika musim hujan, air sungai naik dan arusnya terbilang deras. Kondisi ini kerap membahayakan nyawa anak-anak yang menyeberangi sungai tersebut untuk bersekolah.

Ya, wilayah Desa Sungai Ceper dan Desa Gajah Mati memang benar-benar berada di daerah yang terisolir. Serta berada di ujung perbatasan Lampung, yakni Kabupaten Mesuji.

Untuk bersekolah ke jenjang SMP, anak-anak di desa itu harus menempuh pendidikan ke Lampung, tepatnya di Kabupaten Mesuji. Karena di desa mereka belum tersedia SMP. Kalaupun ada, letaknya berada di Ibu Kota Kecamatan yang jarak tempuhnya sangat jauh, hampir menghabiskan waktu setengah hari.

Demikian juga halnya dengan pendidikan SMA/sederajat. Anak-anak Sungai Ceper dan Gajah Mati juga harus tetap ke kabupaten tetangga, Mesuji.

Guna mencapai sekolah di Mesuji, mereka harus menggunakan transportasi air, yang bisa mereka gunakan dengan biaya Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per anak.



Komentar

Rekomendasi