oleh

Tak Kapok Nyalon, Ini Alasan Fadhil Hakim

radarlampung.co.id – Bakal calon bupati Fadhil Hakim YHS tidak ingin memberi janji kepada masyarakat Pesawaran. Ini akan dibuktikan jika mendapatkan amanah untuk memimpin kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama tersebut.

“Saya tidak ingin banyak berjanji. Masyarakat juga sudah bosan dengan janji-janji politik. Nanti saja, kalau saya diamanahkan menjadi bupati, akan saya buktikan. Insya Allah program-program sudah saya siapkan,” kata Fadhil Hakim saat mendaftar sebagai bakal calon bupati di Sekretariat DPD II Partai Golkar Pesawaran, Kamis (10/10).

Fadhil menyampaikan, pencalonan dirinya pada 2019 ini sudah kali ketiga. Di mana, keinginan kuat dirinya mencalonkan diri kembali sebagai bupati setelah pada pilkada 2015 lalu melalui jalur insependen belum berhasil, bertujuan untuk membangun Pesawaran

Baca :   Pemkot Semarang Studi Tiru Penyelenggaraan Umrah ke Pesawaran

”Saya belum puas (nyalon, Red). Saya akan buktikan masih ada pemimpin yang betul-betul cinta rakyat. Bukan janji-janji politik. Dulu juga, orang tua saja pernah menjabat sebagai bupati Lampung Selatan. Mudah-mudahan anaknya ini bisa meneruskan perjuangan beliau,” sebut dia.

Untuk sosok yang bakal mendampingi dirinya, putra Bupati Lampung Selatan era tahun 70-an Johansah ini menyatakan belum memiliki calon. “Belum ada. Karena pada tahun ini saya melalui jalur partai. Akan saya serahkan kepada partai. Saya sudah mengambil formulir di PDIP, PAN, dan hari ini selain Golkar, saya akan daftar di PKB,” tandasnya.

Baca :   Mantan Wakil Ketua Dewan Ikut Penjaringan Golkar Pesawaran

Sementara Ketua Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran DPD II Partai Golkar Pesawaran Johnny Corne mengatakan, Fadhil Hakim merupakan salah satu tokoh di Lampung yang sangat perhatian terhadap pembangunan di provinsi ini, terlebih di Pesawaran.

”Beliau juga konsen pada setiap proses demokrasi. Mudah-mudahan kedatangan beliau mendaftar di DPD Golkar dapat berhasil manis,” sebut Johnny. (ozi/ais)



Komentar

Rekomendasi