oleh

Lah, Tiga Jam Bongkar Brangkas Ternyata Kosong

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya selesai melakukan penggeledahan berkas di rumah Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, yang berada di Jl. Sultanhaji, Kel. Sepangjaya, Kec. Labuhanratu, Bandarlampung, Jumat (11/10).

Pantauan radarlampung.co.id, belasan penyidik KPK menggunakan rompi dan menutup wajahnya dengan masker keluar dari rumah Bupati dua periode itu sekitar pukul 18.05 WIB.

Tanpa ada penjelasan apapun, para penyidik tersebut langsung masuk ke dalam mobil dan membawa beberapa kotak kardus dan tas, yang diduga milik Agung.

Kepala Lingkungan 1 Kel. Sepangjaya Nurdin menjelaskan, ia dijemput pihak KPK untuk menyaksikan penggeledahan di rumah Agung. “Ya tadi saya ke sini (kediaman Agung, red) sekitar habis salat Jumat,” jelasnya.

Namun, ia juga tidak mengetahui apa yang dibawa para penyidik KPK. “Saya enggak menyaksikan tadi bawa apa mereka. Posisi saya di luar cuma disuruh di sana (duduk, red), di luar saja,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu teknisi duplikat kunci bernama Ropi (37) yang dipanggil penyidik KPK membenarkan apabila ia merasa agak kesulitan membuka brangkas yang diduga milik Agung.

“Ya tadi agak kesulitan. Karena perlu diketok dan digrinda,” katanya.

Menurutnya, hampir tiga jam dia berusaha membuka brangkas tersebut. Dan ditanya setelah berhasil dibuka isinya apa, Ropi menjawab bahwa brangkas tersebut tidak ada isinya, alias kosong.

“Kalau tadi enggak ada (isinya, red) kosong kalau saya lihat tadi,” terangnya.

Terpisah, salah satu wanita bernama Ajeng Kusumadewi yang disinyalir kuasa hukum dari Agung menjelaskan bahwa ia hanya menyaksikan para penyidik melakukan penggeledahan dan pemeriksaan saja.

“Saya cuma kuasa hukum saja, dan hanya pemeriksaan saja tadi,” bebernya.

Lalu ditanya sebagai kuasa hukum dari siapa, wanita itu pun tidak menjelaskannya secara terperinci dan langsung berlalu meninggalkan awak media. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi