oleh

Guru Terampil di Era Milenial

Oleh: Yeni Sulistiyani, S.Pd.

Guru SMPN 1 Sekampung Udik, Lamtim

MENJADI guru milenial di era milenial bukanlah hal mudah. Berbagai macam keterbatasan dan animo belajar peserta didik sering menjadi masalah tercapainya proses pembelajaran yang mandiri dan ideal. Guru dituntut untuk terampil. Terampil yang membawanya pada potensi untuk mampu, cakap, dan cekatan  dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas sebagai pembelajar sekaligus pendidik.

Guru terampil berperan sebagai pembangun rangsang kreativitas peserta didik dalam memahami materi pembelajaran agar mendapatkan sebuah keterampilan sehingga menghasilkan sikap kegembiraan dan rasa syukur terhadap apa yang telah diperoleh dan diperbuat sebagai hasil belajar.

Bila kita melihat proyeksi pendidikan abad ke-21, ada tiga komponen utama yang mendasar sebagai ruh pembelajaran, yaitu karakter, kompetensi, dan literasi. Komponen karakter meliputi akhlak, spiritualitas, moral dan kinerja. Komponen  kompetensi, yaitu kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Komponen  literasi/keterbukaan wawasan yang meliputi literasi membaca, literasi budaya, literasi teknologi, dan literasi keuangan. Inilah tugas yang harus dilaksanakan setiap guru untuk mencapai pendidikan masa depan yang penuh tantangan dan dinamika.

Banyak dinamika dalam kelas yang sebenarnya dapat dieksplorasi dan diapresiasi sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran. Apresiasi positif dapat ditemukan dalam sikap belajar dan sikap menuju tercapainya tujuan pembelajaran meskipun dengan sarana yang berbeda bahkan minim sekalipun. Kerja keras  menjadi salah satu syarat utama dalam pencapaiannya.

Input dan animo belajar peserta didik membuat tugas guru memang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Kecerdikan dalam bersiasat, kecerdikan membangun kekuatan sehingga menjadi energi positif dari ketertiduran pikiran karena kemalasan dan ketidakantusiasan menjadi salah satu hal yang harus terus digali sebagai kekayaan pembelajar. Guru harus bisa membangun inspirasi, membangun jalan kreativitas dalam bentuk apapun sesuai dengan karakteristik peserta didik, sesuai kearifan lokal dan budaya, sesuai kekuatan harapan untuk membangun potensi yang dimiliki bahkan potensi daerah di lingkungan peserta didik berada.  Kemampuan di bidang profesionalisme dan pedagogik sebagai syarat utama harus terus dikembangkan melalui ketidaklelahan seorang guru untuk terus belajar dan belajar. Peserta didik ada kalanya dapat menjadi guru bagi guru untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan stimulus terhadap kreativitasnya.

Komentar

Rekomendasi