oleh

Ratusan Orang Ikut Operasi Katarak Gratis

radarlampung.co.id- Rumah Sakit Mardi Waluyo bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) menggelar bakti sosial. Kegiatan yang dikemas dalam operasi katarak gratis ini, memberikan kesempatan masyarakat sebanyak 150 orang untuk mendapatkan penglihatannya kembali dengan baik.

Joko Lelono, Panitia Penyelenggara Bakti Sosial ini mengatakan, kegiatan serupa pernah dilakukan lima tahun lalu. Melihat animo dan manfaatnya untuk masyarakat cukup baik, tahun ini kegiatan serupa kembali diadakan. Dengan harapan bisa menjadi secercah harapan bagi masyarakat khususnya yang tidak mampu untuk memperbaiki kondisi matanya yang terkena katarak.

“Lima tahun lalu luar biasa animonya. Bahkan kita sampai malam hari. Karena memang kita selesaikan hari ini juga sebanyak 150 orang itu, tentunya setelah mendapatkan persetujuan dokter yang dideteksi pada tindakan awal,” ujar Joko Lelono, Minggu (13/10).

Ia mengatakan, total dokter rumah sakit dan dari Perdami yang ikut dalam acara ini sebanyak 25 orang. Hal ini diperlukan mengingat banyaknya jumlah peserta operasi katarak. Masyarakat yang mendapatkan kesempatan dioperasi berasal dari seluruh wilayah Lampung.

“Petugas kita sudah turun ke lapangan sebulan terakhir untuk mencari masyarakat tidak mampu untuk mengikuti operasi katarak ini. Kita ambil dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Lampung untuk mewakili,” ungkapnya.

Para pasien yang akan dioperasi katarak juga disediakan tempat menginap di rumah sakit. Selain itu, setelah proses operasi katarak, warga juga mendapatkan perawatan berkala hingga kondisi matanya benar-benar pulih seperti sediakala.

PH RS Mardi Waluyo Darmanto mengatakan, kegiatan bakti sosial operasi katarak ini sudah melalui SOP dan diawasi ketat. Mulai dari proses jemput bola pasien, hingga nanti visit untuk check up berkala.

“Memang kita tekankan sekali kepada rumah sakit, SOP jangan ditabrak ikuti aturan hingga kegiatan ini tuntas. Sampai mata pasien benar-benar kembali normal. Oleh sebab itu, proses pengecekan atau deteksi awal saat akan dioperasi benar-benar harus dilalui untuk menghindari efek lanjutan dari operasi. Mana katarak yang dapat dioperasi, mana yang memang tidak bisa karena masalah medis lain, jangan dipaksakan dioperasi. Ikuti benar SOP operasinya,” tegasnya. (bon/rnn/wdi)



Komentar

Rekomendasi