oleh

Terungkap, Ini Kronologi Diamankannya Terduga Teroris Jaringan Penusuk Wiranto di Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Diamankannya terduga teroris berinisial NAS, yang diduga jaringan Abu Rara yang menyerang Menko Polhukam Wiranto, mendapat tanggapan Khalifah Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja.

Di mana, NAS diketahui diamankan di Kantor Khilafatul Muslimin yang berada di Bandarlampung, Minggu (13/10) sekitar pukul 07.00 WIB oleh Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri.

Abdul membenarkan bahwa NAS diringkus Densus Anti Teror 88 Mabes Polri saat berada di kantornya. “NAS ini Minggu pagi mendatangi kami, untuk menjenguk anaknya yang berada di Lampung,” ujarnya, saat dikonfirmasi Minggu (13/10) malam.

Abdul pun segera mencari tahu terkait informasi NAS bahwa ia mendapatkan info dari pihak kepolisian bagian intelejen bahwa NAS ini sedang dicari oleh aparat.

“Saya cari tahu terlebih dahulu benar atau tidak NAS ini jamaah saya. Dan ternyata benar dan sedang dicari-cari pihak kepolisian,” bebernya.

Lalu ia pun memanggil pihak kepolisian bertujuan untuk mengklarifikasi langsung yang bersangkutan.

“Dia (NAS, red) tidak mengetahui kalau sedang dicari aparat. Menurut aparat, polisi mencurigai dia ini karena sering saling balas komentar di Facebook dengan orang yang sudah ditangkap terlebih dahulu (Abu Rara),” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut dia, polisi datang dan langsung meminta keterangan NAS. “Saat itu saya bilang minta diurus saja, untuk segera diklarifikasi benar atau tidak dia ini pelarian. Tapi dia (NAS, red) mengaku kalau enggak tahu dan juga enggak merasa (pelarian, red),” tuturnya.

Atas kejadian ini, ia pun menegaskan dan meluruskan lagi kepada masyarakat agar tak berpikiran negatif terlebih dahulu kepada Khalifah Khilafatul Muslimin.

“Khilafatul Muslimin merupakan organisasi yang tidak mengajarkan paham radikal, terorisme, dan kekerasan. Saya tegaskan bahwa Khilafatul Muslimin merupakan organisasi yang bersinergi dengan Polda Lampung dan Korem 043/Garuda Hitam. Dan bisa dicek bahwa tidak pernah memiliki riwayat radikal,” pungkasnya. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi