oleh

Ranitidine Tercemar NDMA, Diskes-PDIAI Kompak Intruksikan Setop Penggunaan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca hasil uji Balai Besar POM (BBPOM) Bandarlampung yang menyatakan produk obat dengan zat aktif Ranitidine tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA), Dinas Kesehatan (Diskes) dan Ikatan Apoteker Indonesia (PDIAI) kompak nyatakan setop.

Kepala Diskes Bandarlampung Edwin Rusli megatakan, pihaknya telah menyebarkan surat edaran yang diberikan ke 20 Puskesmas yang ada di Bandarlampung. Isi imbauannya agar menyetop pemberian obat Ranitidine ke pasien.

“Ya, setelah mendapat kabar dari BBPOM kita langsung melakukan tindakan, dengan memberikan larangan menyebarluaskan Ranitidine karena tercemar NDMA yang diketahui berbahaya,” katanya kepada Radar Lampung, melalui sambungan telepon, Minggu (13/10).

Dia bilang, dengan adanya surat edaran tersebut, seluruh Puskesmas harus menyimpan barang tersebut atau disisihkan dari obat-obat yang lain, sampai dilakukannya penarikan barang oleh BBPOM.

“Sudah kita sampaikan bahwa barangnya harus disisihkan, sampai BBPOM yang melalukan penarikan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi kapan BPPOM akan turun melakukan penarikan,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, meskipun ia tak mengetahui apa dampak dari tercemarnya NDMA bila dikonsumsi pasien, pihaknya mengikuti hasil instruksi dari BBPOM yang telah mengeluarkan imbauan larangan beredar.

Senada, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PDIAI) Lampung Ardiyansyah, S.S.,M.H.,Apt juga mengaku bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh apoteker untuk menghentikan pembelian dan penyebaran produk obat yang diduga tercemar NDMA.

“Ya, sudah kita imbau apotik agar menghentikan pembelian dan penyebaran produk-produk yang diduga oleh BBPOM Bandarlampung telah tercemar NDMA yang melebihi ambang batas,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Ranitidine merupakan obat yang diperuntukan untuk lambung. Dengan adanya imbauan dari BBPOM tersebut, pihaknya langsung menerapkan prinsip dasar apoteker yakni safety, evikasi, dan quality.

“Kami tidak akan mengambil resiko, sehingga ketika BBPOM Bandarlampung mengintruksikan penarikan obat tersebut, kami langsung sampaikan kepada seluruh apoteker,” ujarnya.

“Kita akan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak BBPOM. Tentunya mereka juga akan meng-update apakah benar US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicien Agency (EMA) telah mengeluarkan rilis soal penarikan produk yang terkontaminasi NDMA,” jelasnya.

Komentar

Rekomendasi