oleh

Sengit, SMAN 10 Bandarlampung Tumbangkan SMAN 1 Terbanggibesar

Radarlampung.co.id – SMAN 10 Bandarlampung kembali mengandaskan lawannya di laga lanjutan Honda DBL Lampung Series 2019 yang berlangsung di GSG Unila, Senin (14/10) sore.

Sebelumnya, SMAN 10 Bandarlampung menumbangkan SMAN 14 Bandarlampung, di laga pembuka, Jumat (11/10) lalu dengan skor 33-11. Kali ini korbannya SMAN 1 Terbanggibesar.

Di kuarter pertama, SMAN 10 langsung menguasai jalannya pertandingan. Di pertengahan kuarter pertama SMAN 1 berbalik menguasai laga. SMAN 1 mendapat keuntungan dengan free throw.

Praktis, SMAN 10 hanya mengandalkan serangan balik. SMAN 1 tidak gentar dengan supporter SMAN 10 yang jumlahnya dua kali lebih besar dari lawannya. Kuarter pertama berakhir dengan keunggulan SMAN 1 dengan skor 8-6.

Di kuarter kedua, SMAN 10 tampil lebih agresif. Mereka mendapat dua poin di menit awal kuarter kedua. SMAN 1 mendapat keuntungan setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan.

Pada kuarter ini, SMAN 10 hanya mengandalkan serangan balik. Tapi startegi mereka berhasil dirubah  menjadi skor. Finishing SMAN 1 Terbanggibesar kurang maksimal. Bola yang seharusnya bisa menjadi poin, terbuang sia-sia. SMAN 10 menutup keunggulan dengan skor 10-11.

Berlanjut di kuarter ketiga, jalannya pertandingan dikuasai oleh SMAN 10.

Dari pinggir lapangan Pelatih Kepala SMAN 10 Bandarlampung Sony Icon Ortega terlihat begitu emosional. SMAN 1 membalikkan keunggulan menjadi 19-18.

Unggul satu poin di kuarter ketiga, SMAN 1 langsung mencuri poin di menit pertama kuarter keempat. SMAN 1 unggul 22-18 di menit ketujuh. Dan akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 22-22. Bahkan SMAN 1 unggul jelang empat menit tersisa menjadi 23-22.

Di menit akhir membuat Coach Sony berdiri dari bench dan turun memberi instruksi. Di dua menit tersisa, SMAN 10 membuat kesalahan dan menjatuhkan pemain SMAN 1, beruntung bola yang dimasukan gagal. SMAN 10 menjauhi SMAN 1 setelah mendapat kesempatan free throw. Eksekutor SMAN 10 berhasil memasukan bola dan skor menjadi 23-23.

Nahas 40 detik tersisa, pemain SMAN 1 membuat fault (pelanggararan)  berujung free throw bagi SMAN 10, pemain SMAN 10 berhasil memasukan bola. Fault yang dilakukan pemain SMAN 1 Terbanggibesar di sepuluh detik tersisa berhasil dimanfaatkan lawan untuk memperoleh poin. Dan benar saja, poin berubah menjadi 25-23. SMAN 10 akhirnya mengandaskan SMAN 1.(nca/kyd)



Komentar

Rekomendasi