oleh

Volume Sampah Warga Bandarlampung Naik hingga 1.000 Ton per Hari

UPT TPA Bakung Antisipasi Longsor

RADARLAMPUNG.CO.ID –  Dalam rangka menghadapi musim penghujan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bakung melakukan penataan sampah.

Kepala UPT TPA Bakung A. Setiawan Batin mengatakan, upaya penataan sampah tersebut dilakukan agar tumpukan sampah tidak mengalami longsor ketika diterpa hujan deras.

“Kita lakukan penataan sampah-sampah ke arah sebelah kanan dan arah jurang, agar ketika terjadi longsor tidak ke arah rumah penduduk,” ungkapnya kepada Radar Lampung, Minggu (13/10).

Dia menyebutkan, bahwa selain mengantisipasi terjadinya longsor, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk melakukan penyemperotan obat penghilang bau tak sedap dan lalat.

“Kalau hujan, ya pasti menimbulkan bau tak sedap dan banyak lalat, jadi kita koordinasikan ke Diskes untuk melakukan penyemprotan di lokasi, tapi saya juga enggak tahu apa nama obatnya itu apa,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut rutin dilakukan Dinkes tak hanya di TPA Bakung, melainkan penyemprotan juga dilakukan di pemukiman warga sekitar.

Terkait, antisipasi dalam menghadapi kebocoran air limbah ke rumah penduduk, dirinya mengaku pihaknya hanya melakukan penataan, sehingga dirinya hanya berharap tidak ada kejadian kebocoran limbah ke arah pemukiman.

“Kita hanya melakukan penataan, belum ada antisipasi terkait hal tersebut. Ya mudah-mudahan setelah kita tata sampahnya tidak terulang lagi adanya kebocoran,” tandasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan, tahun 2019 ini peningkatan sampah mencapai 1.000 ton per hari menurut timbangan dumtruk yang sebelumnya hanya 850-900 ton per hari.

“Dalam sehari angkutan sampah baik jenis dumtruk, amrol, puckup, dalam sehari sebanyak 280 rit, karena aktivitas TPA Bakung hampir 24 jam dari pukul 04.00-23.30 melakukan buang sampah,” jelasnya.

Untuk alat berat, Unit Pelaksana Teknis TPA Bakung hanya memiliki dua alat berat, sedangkan selebihnya menyewa. Tahun ini, pihaknya akan melakukan penambahan dua unit, tapi masih menunggu.

Berdasar data UPT TPA Bakung, pada 2016, volume sampah sebanyak 790 ton per hari. Angka tersebut naik menjadi 800 ton per hari pada 2017. Artinya, terjadi peningkatan volume sampah sekitar 10 ton.

Volume sampah di Kota Tapis Berseri terus merangkak naik sejak 2001. Mulai tahun tersebut, volume sampah terus bertambah hingga 2015. Rerata kenaikan volume sampah sekitar 30 ton-50 ton tiap tahun.

Namun demikian, volume sampah sempat menurun pada 2016. Pada tahun tersebut, masyarakat Bandarlmpung menghasilkan sekitar 50 ton sampah per hari.

Di sisi lain, Kepala Diskes Bandarlampung Edwin Rusli, dalam menghadapi musim hujan dan terhindar dari macam penyakit, masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menurutnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ketika musim hujan seperti penyakit DBD, warga harus memperhatikan lingkungan sekitar dengan bersih-bersih rumah dan halaman sekitar.

Dalam mengurangi penyebaran DBD, pihaknya akan melakukan fogging atau pengasapan, karena bila ditilik dalam catatan, kasus DBD sepanjang Januari-Oktober yang terjadi sebanyak 600-an kasus. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi