oleh

Balita Terkena Retinoblastoma Dikunjungi Bupati

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sungguh malang nasib Azka Gibran Rabbani (4) yang merupakan putra pasangan Yulianto Ribiwibowo (28) dan Sri Sundari (27), warga Kampung Bandaragung, Kecamatan Terusannunyai, Lampung Tengah.

Balita ini menderita retinoblastoma atau penyakit kanker mata yang menyerang retina sehingga harus memakai bola mata palsu.

Mendapat informasi ini, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto melihat langsung kondisi balita yang kedua bola matanya merupakan bola mata palsu.

“Saya dapat laporan ada balita yang terkena retinoblastoma. Saya ingin melihat langsung kondisi balita yang menggunakan bola mata palsu setelah dioperasi beberapa waktu lalu. Ini harus diganti seiring perkembangan usia. Sebab, rongga mata berkembang makin besar. Apalagi bocah yang sudah bersekolah di taman kanak-kanak ini tidak mau diistimewakan saat berada di sekolah,” katanya.

Pemerintah daerah, kata Loekman, akan segera mencarikan solusi agar dapat segera dilakukan operasi matanya.

“Kita akan carikan solusi untuk melakukan operasi lagi. Sebab, operasi ini menelan biaya yang besar. Tak mungkin ditanggung orang tuanya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat segera kita bantu dibawa ke salah satu rumah sakit di Tangerang untuk dioperasi,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Sri Sundari, putranya menderita kanker mata sejak usia 1,5 tahun. “Sudah lama sejak usia 1,5 tahun. Terkendala biaya baru dioperasi saat usia 2 tahun di Jakarta. Awalnya hanya mata sebelah kiri, tapi menjalar ke mata sebelah kanan. Sekarang sudah dinyatakan bebas dari kanker mata. Tapi, bola mata tiap tahun harus diganti dan membeli sendiri,” katanya.

Sri Sundari berharap kehadiran Bupati bisa membantu kesembuhan anaknya. “Harapan saya dan keluarga, datangnya Bapak Bupati bisa membantu kesembuhan Azka Gibran Rabbani. Bisa membantu mengganti bola mata setiap tahun dan membantu biaya pendidikannya,” harapnya.

Sri Sundari menuturkan, putranya bercita-cita menjadi hafiz Quran. “Gibran ini kalau ditanya cita-citanya jadi hafiz Quran dan ingin sekali mencium Hazar Aswad. Selama ini kesehariannya biasa saja dan Alhamdulillah untuk hafalan Quran sudah 2 juz,” katanya.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lamteng Edy Sunarko menyatakan pengobatan satu satunya retinoblastoma hanya dengan dioperasi.

“Hanya bisa dioperasi. Diganti bola matanya untuk estetika. Ini harus dikontrol dan diganti per 2-3 tahun seiring pertumbuhan. Kalau melihat kondisi kesehatan Gibran ini normal dan mentalnya sangat baik,” ungkapnya. (sya/sur)



Komentar

Rekomendasi