oleh

Nilai Ekspor Lebih Tinggi, Neraca Perdagangan September Surplus

radarlampung.co.id – Nilai ekspor Provinsi Lampung pada bulan September 2019, tercatat lebih tinggi dari impor di bulan yang sama. Hal ini berimbas pada neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung bulan September 2019 yang mengalami surplus, yaitu sebesar USD108,67 juta.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Lampung Riduan mengatakan, nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan September 2019 mencapai USD273,12 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar USD21,15 juta atau naik 8,39 persen jika dibandingkan ekspor Agustus 2019, yang tercatat USD251,97 juta.

”Kemudian, nilai ekspor September 2019 ini jika dibandingkan dengan September 2018 yang tercatat USD329,45 juta, mengalami penurunan sebesar USD56,33 juta atau turun 17,10 persen,” kata Riduan di kantornya, Selasa (15/10).

Adapun lima golongan barang utama ekspor Lampung pada bulan September 2019, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran; dan ampas/sisa industri makanan.

Peningkatan ekspor September terhadap Agustus 2019 terjadi pada tiga golongan barang utama yaitu minyak hewan/nabati naik 10,55 persen; kopi, teh dan rempah-rempah naik 34,78 persen; dan ampas/sisa industri makanan naik 70,92 persen.

”Golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah batu bara dan olahan dari buah-buahan/sayuran, masing-masing sebesar 23,80 persen dan 4,30 persen,” tambahnya.

Disisi lain, nilai impor Provinsi Lampung September 2019, tercatat mencapai USD164,45 juta atau mengalami penurunan sebesar USD104,18 juta atau turun 38,78 persen dibanding Agustus 2019 yang tercatat USD268,63 juta.

”Selain itu, nilai impor September 2019 tersebut tercatat lebih rendah USD74,10 juta atau turun 31,06 persen, jika dibanding September 2018 yang tercatat USD238,55 juta,” katanya.

Dari lima golongan barang impor utama pada September 2019, tiga di antaranya mengalami penurunan yang sangat signifikan, yaitu binatang hidup turun 30,11 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik turun 85,47 persen; dan ampas/sisa industri makanan turun 82,24 persen.

”Adapun dua golongan barang lainnya mengalami peningkatan yaitu gula dan kembang gula naik 36,14 persen dan gandum-ganduman naik 84,96 persen,” tandasnya.  (ega/kyd)



Komentar

Rekomendasi