oleh

Pariwisata dan Pertanian Jadi Fokus Hipni

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bakal Calon Bupati Lampung Selatan Hipni berkunjung ke Graha Pena, markas Radar Lampung Group, Rabu (16/10). Kedatangannya disambut langsung Direktur H. Taswin Hasbullah, para General Manager, Manager, Pemred, serta Redaktur, dan Wartawan.

Beberapa isu diungkapkan oleh mantan anggota DPRD Lamsel ini. Khususnya sektor Pariwisata dan Pertanian.

Menurut dia, Lamsel sangat memiliki poensi di kedua sektor tersebut. Untuk pantai sendiri yang membentang tanpa terputus sepanjang 138 km. Dengan jumlah penduduk 923 ribu jiwa. Mengenai sektor pariwisata, dia menilai hanya butuh keseriusan dari pemerintah.

“Tinggal bagaimana pemerintahnya saja. Lombok itu perencanaannya dari 1978. Sementara Bali lebih lama lagi pemerintahnya dari turun temurun konsen terhadap itu. Jadi pengembangannya serius,” ucapnya.

Dia menceritakan, seperti di Lombok, dikenal akrab dengan daerah Agamis dan bertebaran masjid. Namun pola pendekatan yang dilakukan pemerintah terhadap pemuka agama di sana juga berjalan.

“Kita ajak pemuka agama untuk mengadakan acara di hotel. Acara religi. Jadi mengubah mindset hotel itu bukan tempat berbuat negatif. Tapi benar untuk tempat beristirahat,” kata dia.

Terkait pengembangan infrastrukturnya tentu memang membutuhkan dukungan anggaran yang pasti dalam mendorong sektor pariwisata di Lamsel. Tidak hanya sebatas mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, akan tetapi menurutnya bisa menggunakan model pemanfaatan pihak ketiga.

“Tentunya kita tidak bisa terpaku dengan APBD saja. Banyak pola yang bisa kita terapkan untuk menyokong pariwisata, ” ujarnya.

Mengenai pertanian, mantan anggota DPRD Lamsel dua periode ini mengatakan, Lamsel dulu diproyeksikan sebagai daerah lumbung pangan dengan berbagai potensi lahan sawah dan sebagainya. Pertanian juga harus diiringi dengan industrialisasi yang cukup ke depannya.

“Bagaimana mengolah bahan mentah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Yang akan menambah Nilai Tukar Petani (NTP),” kata dia.

Selain itu, untuk melakukan pemerataan pertanian juga dia akan melakukan beberapa hal. “Tidak merata itu dua, apa memang anggarannya kecil atau saluran anggarannya tersumbat. Tentu jika saya jadi bupati nanti, persoalan itu menjadi perhatian khusus,” kata dia.

Kedua sektor ini, kata dia, sangat didukung dengan akses. Dan Lampung Selatan memiliki dua pintu keluar masuk berskala nasional dan Internasional. Pertama, pelabuhan Bakauheni. Kedua, Bandara Internasional Radin Inten II.

“Kita harus bisa memanfaatkan akses ini. Meskipun memang tidak berkontribusi langsung terhadap daerah, tapi tentunya akan berdampak positif terhadap ekonomi di Lamsel. Terlebih Lamsel merupakan kabupaten yang di dalamnya ada jalan tol terpanjang,” jelasnya. (abd/sur)



Komentar

Rekomendasi